Imipas Bakal Dalami Fasilitas Mewah yang Hilang Usai Sidak Ombudsman
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengaku akan mendalami keberadaan fasilitas mewah yang 'hilang' pasca sidak dari Ombudsman.
Inspektur Jenderal Kementerian Imipas, Rudi Setiawan menyebut pendalaman dilakukan lantaran fasilitas itu tidak ditemukan lagi pada saat kunjungan Menteri Imipas Agus Andrianto dan Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto.
"Semuanya itu menjadi objek buat kami untuk memeriksa, dimana barang-barang itu keberadaannnya dan kenapa berpindah," ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (26/9).
Rudi memastikan pihaknya akan menindaklanjuti seluruh temuan Ombudsman mulai dari minum keras, simulator golf, gym hingga kulkas dan foto.
Ia menambahkan sebagai bentuk komitmen total lima orang pejabat Lapas Kelas IIA Cibinong juga telah dicopot dalam rangka pemeriksaan.
Rudi menjelaskan lima pejabat yang dinonaktifkan tersebut merupakan Kalapas, KPLP, Kasi Binadik, Kasi Keamanan dan Keteriban dan Kepala Urusan Umum.
"Akan kami lakukan pemeriksaan, bagaimana peristiwa atau kondisi yang terjadi sampai ditemukan dan sampai hari ini," ujarnya.
Sebelumnya, Anggota Ombudsman, Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan ada sejumlah bangunan berfasilitas lengkap yang ditemukan timnya di area Lapas Cibinong.
Bangunan tersebut dilengkapi ruang tamu, ruang tidur, ruang makan, dapur, televisi, kulkas, serta berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya.
Tim Ombudsman sempat meminta keterangan salah seorang penghuni fasilitas tersebut. Orang itu berstatus warga binaan alias narapidana dan mengaku membayar untuk bisa menempatinya.
Namun, Ombudsman belum memperoleh informasi soal besaran harga sebab saat meminta keterangan, tim terhalang petugas yang mendatangi lokasi.
Syafrida juga mengatakan di area hunian mewah, ada fasilitas gym yang sedang dibangun dan rencana pembangunan minigolf. Ombudsman juga menemukan kulkas yang berisi botol minuman keras di wilayah klaster ini.
(tfq/fra)