Bahaya Kabel Semrawut di Kuningan Barat

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 08:10 WIB
Kabel Semrawut di Jalan Kuningan Barat Daya. (CNN Indonesia/ Putri Kunaefi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Di ujung Jalan Kuningan Barat Raya, Jakarta Selatan, berdiri sebuah tiang yang dipenuhi ratusan kabel-kabel tebal. Menjulang tinggi bak karya seni yang mengerikan karena membahayakan pengguna jalan.

Di balik tiang itulah, Ira menjalankan usaha toko material. Kabel berukuran raksasa menghalangi halaman toko miliknya.

"Itu tuh banyak motor pada jatoh kalau belanja, ada yang sampai kuncinya patah, ada yang orangnya terguling, apalagi kalau abis hujan, licin banget," kata Ira, Senin (28/9).

Ia berkata kondisi itu akan semakin parah ketika hujan tiba. Kabel yang semula berada di dalam tanah, bisa muncul ke permukaan.

Ia menuding petugas-petugas tak bertanggung jawab yang tidak maksimal dalam mengerjakan galian.

"Ya kayaknya pada enggak izin, itu gali, kayaknya enggak begitu dalam (galinya), jadi pas ujan pada nongol keluar semua kabelnya," kata Ira.

Ira juga mengaku tidak habis pikir dengan keberadaan kabel-kabel ini yang sudah hampir lima tahun tidak pernah ada solusi. Ia juga mengaku tidak pernah ada perbaikan yang signifikan untuk membenahi kabel-kabel raksasa ini.

"Sudah lama banget ada kali ya 5 tahun, belum ada perbaikan ya sudah gitu saja," katanya.

Padahal, menurutnya, beberapa kali sudah ada petugas yang mengecek. Namun, hanya sekadar memeriksa dan tidak ada tindakan lebih lanjut lagi apalagi sampai urusan membenahi.

"Belum ada solusinya, tapi kalau ngecek-ngecek sering," kata Ira.

Pemilik toko material lainnya, Sri, juga menuturkan bahwa ia tidak tahu kabel-kabel raksasa menjuntai di halaman tokonya. Ia mengaku tak ada seorang pun yang izin dengannya.

"Kabel apa ya saya enggak tau tuh tahu-tahu pagi pagi sudah jadi aja tuh," ucap Sri.

Patung kabel raksasa ini rupanya tidak hanya berdiam di depan toko Sri. Kabel turunannya menjalar sepanjang Jalan Kuningan Barat Raya. Sekitar 60 meter dari toko Sri, ular kabel ini melintasi sebuah sekolah Islam.

Tidak satu, tetapi tiga sekolah, mulai dari jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah, dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Satpam sekolah, Komar, mengaku kabel-kabel bak ular raksasa depan sekolah kerap membahayakan pengendara motor yang hendak masuk ke sekolah.

"Yang jelas-jelas ya, korban yang pengendara sudah banyak, saya juga sempat kepeleset," kata Komar.

Ia juga memprotes kepada petugas yang kerap meletakkan kabel di depan gerbang sekolah. Ia merasa para petugas menata kabel secara sembarangan.

"Digali iya, kadang-kadang ya dia tutup, tapi sembarangan lah ya, istilah kasarnya enggak pakai semen atau gimana kan enggak kuat," ucapnya.

Hampir tidak ada pembenahan dari pihak pemasang kabel, Komar mengaku bahwa sekolah sempat merogoh dana sendiri untuk menutupi kabel di depan gerbang yang menjadi akses keluar masuk.

"Tadi ini kan melur sendiri, sekolah sendiri, bukan dari dia ini, soalnya kalau pas belok itu sering tauh kalau malam," ujar Komar.

Ia mengaku kabel-kabel raksasa yang menjuntai liar di depan gerbang sekolah sudah ada sejak lama, sekitar 5 tahun. Namun, ia masih tidak tahu harus protes ke siapa.

"Yang jelas sekarang orang mau protes, protesnya ke siapa gitu kan?" ucapnya.

Kabel Raksasa, Sebenarnya Kabel Apa?

Di depan instalasi kabel raksasa juga nampak para petugas mengenakan rompi serta helm pelindung. Mereka berkelompok mengerubungi lobang-lobang galian. Tampak serius mencermati helaian demi helaian kabel tipis sebagai pembuka jaringan.

Rudi, salah satu teknisi kabel, duduk di bawah pohon dekat tiang kabel raksasa. Di depannya ada lobang besar yang dalam berisi tumpukan kabel-kabel raksasa.

Ia menjelaskan, bahwa kabel tebal yang menempel tiang tinggi itu adalah kabel fiber optik. Di dalamnya merupakan pusat data jaringan internet yang terdiri dari berbagai macam provider.

"Kalau untuk kabel ini dia kabel fiber optik jadi masuk macam macam provider dari provider, kebetulan di dalam sini nih ada data center indonesia, jadi keseluruhan internet indonesia tuh terpusat dari sini semua gitu," katanya.

Menurut keterangan Rudi, sebelum jaringan internet disebarluaskan ke seluruh Indonesia, pusat datanya berada di sini. Setelah ia berhasil membuka jaringan internet, maka terlebih dahulu disalurkan ke area Jabodetabek sebelum akhirnya disebarluaskan lagi ke daerah-daerah lain di Indonesia.

"Kebetulan di dalam ini itu ada pusatnya, tujuannya jabodetabek sih, nanti baru terpecah belah ke tujuannya," ucap Rudi.

Sebagai teknisi, Rudi mengingatkan tidak mudah baginya untuk membenahi kabel-kabel raksasa ini. Ia mengaku kabel itu, tidak dapat langsung diputus begitu saja atau langsung menanam kabel ke bawah tanah. Harus ada jalur sementara untuk menampung kabel selama proses pembenahan.

"Kemungkinan ada cuma memang enggak bisa langsung diputus semua, harus disiapkan jalur apa namanya jalur sementaranya gitu, harus dibenahi dulu sedikit demi sedikit karena kalo misalkan diputus satu itu akan terpusat kemana-mana, impactnya bakal banyak," ucap Rudi.

Ia juga menyinggung kabel-kabel ini milik banyak perusahaan provider. Sehingga, untuk mencabut, memindahkan, atau memotong perlu izin dari pihak-pihak tertentu.

"Enggak bisa main asal potong saja, karena banyak klien besar kayak PT, kantor, atau sekolah, atau rumah rumah juga, terpusat semuanya dari sini," katanya.

Tak hanya persoalan kepentingan, urusan membenahi kabel juga memakan waktu yang tidak sedikit. Menurut Rudi, harus dilakukan perlahan tidak dapat sekaligus.

"Butuh waktu agak lumayan lama sih mbak harus pelan pelan gabisa langsung sekaligus," ucapnya.

Dugaan Sumber Kabel Semrawut

Tidak ada yang mengetahui pasti sumber kabel semrawut di Kuningan Barat ini berasal, tetapi Yuliana, membawa pengakuan.

Pedagang es teh yang sudah hampir enam tahun berjualan di pinggir Jalan Kuningan Barat ini mengaku munculnya kabel semrawut diduga dari perusahaan depan lokasinya berjualan.

Perusahaan E, katanya, sejak didirikan tahun 2019, menambah ruwet kabel-kabel di sepanjang jalan.

"Ini kak depan E, semenjak ada dia, ini banyak kabel, tadinya ada tapi gak terlalu banyak gini," kata Yuliana.

Ia juga menambahkan bahwa tak hanya E, banyak perusahaan lain yang serupa. Ia berkata, di dalam perusahaan itu tidak banyak karyawan, hanya ada alat-alat server saja.

"Tapi kan disitu kan cuma alat-alat doang kak, orangnya gak banyak, cuman orang-orang tertentu aja, palingan security aja," ujarnya.

Namun, ia tidak merasa terlalu khawatir. Sebab banyak pembenahan yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Misalnya, ia bercerita, ketika ada kabel yang terlalu mengganggu, maka warga dapat melapor ke kelurahan agar dapat dibenahi.

"Misalkan ada lapor nih, foto, abis itu kelurahan langsung gerak," ucapnya.

Meski demikian, tindakan dari yang berwenang belum sepenuhnya optimal. Ia pernah mendengar akan dilakukan pembenahan dari awal Januari 2026 tetapi sampai sekarang belum juga terlaksana.

"Katanya kan mau ini 2026 mau di kebawah kebawahin makanya ini dibongkar bongkar biar kayak scbd katanya, scbd kan begitu tuh gak ada kabel kabel gini," kata Yuliana.

"Udah awal Januari ini 2026 tapi belom, tanya september agustus selesai, sampe sekarang (belum)," sambungnya.

CNN Indonesia kemudian mengonfirmasi pernyataan Yuliana soal dugaan perusahaan yang mengakibatkan munculnya kabel semrawut ini.

Ditemui di rumahnya, Ketua RW 03, Sariman juga membenarkan hal itu. Ia menyebut di wilayah ini terdapat sejumlah perusahaan penyedia layanan data.

"Jadi untuk data center kebanyakan di situ ada gedung namanya Gedung NTT, itu khusus penyimpanan arsip, bukan hanya Jakarta saja tapi seluruh Indonesia. Kemaren ada gedung baru juga disitu, Cyber 4," ucap Sariman.

Diketahui, dua perusahaan yang disebut Sariman merupakan perusahaan sejenis dengan Perusahaan E. Perusahaan-perusahaan ini ibarat pelabuhan raksasa tempat jutaan data tersimpan. Untuk sampai kepada pengguna internet, maka ia butuh jembatan yakni kabel fiber optik yang menjuntai sepanjang Jalan Kuningan Barat hingga puncaknya di tiang raksasa di ujung tikungan mengarah ke Jalan Kapten Tendean.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan atau komentar dari perusahaan E tentang kesemrawutan kabel di Jalan Kuningan Barat.

Kabel Semrawut Picu Cekcok Warga


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :