Warga Datangi Kantor PLN Tanjungpinang Tengah Malam, Protes Pemadaman
Puluhan warga mendatangi kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PT PLN Persero di Jalan Bakar Batu Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) Rabu (14/10) dini hari, dipicu pemadaman listrik yang masih terjadi.
Warga, terutama terdiri dari anak-anak muda mendatangi kantor UP3 PLN Tanjungpinang, akibat pemadaman listrik masih terjadi di Kota Gurindam. Pemadaman listrik di kota tersebut berlangsung cukup lama dari pukul 14.15 WIB Selasa (13/10) dan baru menyala pada Rabu dini hari (14/10) sekitar pukul 03.35 WIB.
"Kami ke sini sudah tidak tahan lagi, kalau pemadaman bergilir-gilir hanya sebentar, ini sudah keterlaluan dan cukup lama mati listriknya," Kata Ardi saat berteriak di depan kantor UP3 PLN Tanjungpinang pada Rabu dini hari.
Ardi bersama sejumlah teman-temannya menuntut kejelasan pihak UP3 PLN Tanjungpinang yang membuat pemadaman listrik masih terjadi di Pulau Bintan yakni Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Dia menyebut pemadaman listrik yang tiba-tiba, tanpa pemberitahuan dan tidak merata, membuat barang elektronik di rumah rusak.
"Kami melihat, pemadaman listrik di Tanjungpinang tidak merata. Ada yang sebentar hidup ada yang lama matinya. Barang elektronik rusak di rumah, kalau hidup mati hidup," ucapnya.
Dalam penjelasan kepada warga, team leader K3 dan Keamanan PLN UP3 Tanjungpinang, Heru Eka Saputra mengatakan sistem kelistrikan Batam dan Tanjungpinang berbeda dan terpisah.
Menurutnya, Pulau Bintan dan Tanjungpinang mendapat pasokan listrik dari sistem Interkoneksi jaringan distribusi transmisi listrik yang menghubungkan pasokan daya antara Pulau Batam dan Pulau Bintan termasuk Tanjungpinang. Sistem jaringan ini terhubung melalui jaringan kabel listrik bawah laut bertegangan 150 KV sepanjang lebih 17,9 kilometer dengan aliran listrik bersumber pembangkit di Batam seperti PLTU Tanjung Kasam, melewati Pulau Ngenang, Tanjung Sauh, Tanjung Tal dan Tanjung Uban Bintan.
"Sekarang pasokan daya listrik belum sepenuhnya masuk ke Pulau Bintan. Sehingga pasokan listrik di Pulau Bintan disuplai dari PLTD yang ada," ujarnya.
Diketahui, kebutuhan listrik di Pulau Bintan termasuk Tanjungpinang sekitar 90 - 100 MW, sedangkan daya cadangan UP3 PLN Tanjungpinang hanya sekitar 30 - 34 MW sehingga mengalami defisit dan harus melakukan pemadaman secara bergilir.
Warga yang mendatangi kantor UP3 PLN Tanjungpinang akhirnya membubarkan diri dengan dikawal petugas kepolisian Polresta Tanjungpinang.
Meski demikian, warga akan kembali mendatangi kantor UP3 PLN Tanjungpinang pada Rabu (14/10) siang untuk menggelar demonstrasi dengan jumlah massa lebih banyak untuk menuntut kejelasan pemadaman listrik yang masih terjadi.