Anak Berkebutuhan Khusus Tewas Diduga Korban Bully Anak Tetangga

CNN Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 12:25 WIB
Ilustrasi. Seorang bocah berusia 10 tahun dengan kebutuhan khusus down syndrome ditemukan tewas. Ia diduga menjadi korban perundungan anak tetangganya. (Istockphoto/Nito100)
Surabaya, CNN Indonesia --

Artikel berikut mungkin membuat sebagian pembaca tidak nyaman.

Seorang bocah berusia 10 tahun dengan kebutuhan khusus down syndrome berinisial Z di Surabaya, Jawa Timur, ditemukan tewas. Ia diduga menjadi korban perundungan anak tetangganya.

Ayah korban yang berusia 53 tahun, SAW, menduga hal tersebut setelah memeriksa rekaman kamera pengawas rumahnya. Pihak kepolisian menyebut kasus tersebut masih dalam penyidikan.

SAW mengisahkan dugaan kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (12/9). Saat itu ia sedang tertidur karena meminum obat pascaoperasi ginjal. Sementara itu istrinya, NF, sedang berjualan sari kedelai di pasar.

Sang anak yang merupakan penyandang disabilitas intelektual alias down syndrome dan sehari-sehari menggunakan kursi roda, sedang berada di teras rumah.

Kemudian, sekitar pukul 09.20 WIB, NF pulang dan langsung berteriak histeris. SAW terbangun dan mendapati anaknya, yang hanya bisa duduk di kursi roda, sudah terjatuh di teras rumah.

"Sekitar jam 09.20 WIB istri saya datang. Tiba-tiba istri saya berteriak-teriak, 'Bi, anaknya biru, anaknya wis biru'," kata SAW saat dikonfirmasi media pada Minggu (18/10).

Mendapati kejadian itu, SAW berupaya menenangkan istrinya yang menangis histeris. Dia lalu menggendong Z untuk melihat kondisinya lebih dekat dan kaget melihat kondisi anaknya tersebut karena menemukan sejumlah indikasi luka penganiayaan hingga tali sepatu di lehernya.

"Hasil autopsi di Polda Jawa Timur juga ada cairan sabun colek di lambung anak saya," kata SAW.

SAW menyebut warga sekitar hanya berkumpul dan berkerumun tanpa memberikan pertolongan. Hingga kemudian seorang warga menolong dengan ikut membawa Z bersama orang tuanya ke rumah sakit terdekat. Sayangnya setelah 15 menit tiba, Z dinyatakan meninggal dunia pada 09.45 WIB.

SAW menyatakan dirinya memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang ada di rumahya. Ia kemudian melihat dua bocah anak tetangganya yang masih di bawah 11 tahun, keluar-masuk ke kediamannya secara bergantian pada pukul 08.15 hingga pukul 08.47 WIB, pada hari ketika anaknya ditemukan tewas.

"Artinya, anak saya [diduga] disiksa selama kurang lebih 12 menit. Selang 5 menit kemudian, salah satu pelaku masuk kembali sendirian dari jam 08.37 WIB sampai jam 08.47 WIB," tuding SAW.

Ia menduga, kedua bocah itulah yang melakukan perbuatan perundungan hingga menyebabkan Z meninggal dunia. Apalagi buah hatinya itu adalah anak disabilitas yang sehari-harinya menggunakan kursi roda dan terbatas geraknya.

"Anak saya ini berkebutuhan khusus, dia mengalami down syndrome dan cerebral palsy (CP). Dia tidak bisa bicara, tidak bisa berdiri, matanya agak kabur, dan tangannya lemas tidak bisa memegang benda," kata SAW.

SAW mengatakan Z sebelumnya juga mengalami perundungan dan kekerasan fisik serupa, seperti pada pekan sebelumnya dan sebulan sebelumnya. Ia juga menduga pelakunya adalah orang yang sama yang tinggal tak jauh dari kediamannya.

SAW dan istrinya pun sudah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya dengan nomor laporan LP/B/1843/IX/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur tertanggal 12 September 2026. Satu pelaku sudah ditetapkan tersangka.

"Sementara yang lain belum menjadi tersangka karena polisi menyebut dia tidak ikut menjerat. Hati saya hancur dan remuk sekali saat melihat dia masih berkeliaran bebas di depan saya saat Jumatan, sementara anak saya yang tidak berdaya sudah tiada," kata SAW.

Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari mengatakan pihaknya menangani kasus dugaan perundungan hingga menyebabkan kematian ini.

"Kita tangani, proses penyidikan," kata Melatisari.

Jika Anda mengalami, melihat, mendengar, dan mengetahui tindak kekerasan atau pun pelecehan kepada perempuan dan anak, hubungi SAPA via telepon 129 atau melalui WhatsApp 08111-129-129.
(frd/end)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Perundungan Ancam Anak-Anak Indonesia

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK