Viral momen tak biasa terjadi dari aksi percobaan pencurian di kawasan Jalan Datuk Rubiah, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sumatra Utara.
Alih-alih babak belur diamuk massa, seorang pria yang kepergok hendak menggasak seng dan perkakas rumah justru berakhir disuguhi sepiring makanan lantaran mengaku kelaparan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rekaman video yang beredar luas tersebut, seperti diberitakan detikcom pada Jumat (23/10), maling pria yang mengenakan singlet hitam dan topi itu tampak berjongkok pasrah menyantap makanan yang disodorkan warga.
Di sela-sela suapannya, ia sesekali menjawab cecaran pertanyaan dari kerumunan warga yang mengepung sekaligus menginterogasinya.
Kepala Lingkungan 28 Kelurahan Rengas Pulau Salman Alfarisi mengonfirmasi kejadian yang terjadi pada Sabtu (17/10) sekitar pukul 11.00 WIB tersebut.
Berdasarkan laporan yang ia terima, pelaku sebenarnya sempat kena bogem mentah warga yang emosi setelah mendengar teriakan dari pemilik rumah.
Namun, amarah warga perlahan mereda begitu mendengar alasan melas dari pelaku.
"Belum sempat dia mencuri sudah tertangkap warga. Jadi sempat dihajar lah beberapa kali mungkin," tutur Salman.
"Sudah itu baru diinterogasi orang itu, katanya dia kelaparan, sudah tiga hari enggak makan katanya."
Warga setempat kemudian berinisiatif memberinya makan. Salman sendiri mengaku terkejut dengan reaksi warga, mengingat sejarah penyelesaian kasus serupa di wilayah tersebut biasanya selalu berujung tragis.
"Kalau dikasih makan gini, kebetulan baru ini lah. Mungkin warga yang di situ yang dapatnya tadi baik hatilah mungkin. Kalau yang sebelum-sebelumnya ada yang meninggal, ada yang sekarat, macam-macam lah," ungkapnya blak-blakan.
Kasus percobaan pencurian ini pada akhirnya ditutup rapat tanpa perlu campur tangan pihak kepolisian. Pemilik rumah yang nyaris jadi korban memilih jalur perdamaian lantaran memang tak ada satu pun barang yang raib digondol pelaku.
"Pemilik rumah sempat teriak, makanya ramai lah warga datang. Tapi sekarang sudah damai dan sudah selesailah masalahnya karena pemilik rumah pun tidak ada kehilangan apa-apa," urai Salman.
Insiden pencurian di siang bolong ini diakui Salman cukup jarang terjadi di wilayahnya. Selama ini, sistem keamanan lingkungan memang lebih banyak mengandalkan ronda malam yang digerakkan secara swadaya oleh masyarakat sekitar.
"Kalau siang hari jarang kejadian (maling) mungkin baru kali ini. Memang ada Poskamling kami tapi ya beroperasinya malam hari, itupun kadang tidak berjalan kalau warga ada kegiatan lain," ia menuturkan.
(chri)
