Dugaan Penyebab Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Seruyan Kalteng

CNN Indonesia
Kamis, 05 Nov 2026 00:30 WIB
Ilustrasi. Helikopter jatuh saat memadamkan karhutla di Kalimantan Tengah. Kepolisian menjelaskan penyebab kecelakaan dan proses evakuasi. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) mengalami kecelakaan atau crash saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

Siaran pers TNI AD yang diperoleh dari Dinas Penerangan AD (Dispenad) menyatakan proses evakuasi personel penerbangan di Helikopter MI 17V5 Penerbad itu sudah dilakukan. Dari proses SAR itu satu orang ditemukan meninggal.

"Hingga saat ini, satu orang kru heli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang," demikian siaran pers dari Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono yang diterima Rabu sore.

"Lima orang dalam kondisi selamat dan tengah menjalani perawatan di RS yang sama. Sementara dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi," sambungnya.

Sementara itu, mengutip dari detikKalimantan, Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan helikopter itu jatuh di perairan Kabupaten Seruyan, Kalteng. Ia menjelaskan helikopter tersebut jatuh diduga alami gangguan teknis saat hendak padamkan karhutla.

"Helikopter tersebut mengalami gangguan teknis saat melaksanakan pengambilan air untuk mendukung operasi pemadaman karhutla. Peristiwa itu terjadi di wilayah perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh," ungkap Budi, Rabu sore.

Budi mengatakan, helikopter Mi-17 tersebut sebelumnya bertolak dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB untuk menjalankan operasi udara penanggulangan karhutla. Penerbangan itu mengambil rute Kuala Pembuang-Telaga Pulang-Kuala Pembuang.

Namun, saat menjalankan misi pengambilan air untuk mendukung pemadaman karhutla, helikopter mengalami gangguan teknis di wilayah perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh.

Dia menerangkan setelah menerima informasi kecelakaan, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.

Rudi bilang helikopter PK-DAP yang sedang menjalankan operasi water bombing menjadi salah satu unsur pertama yang memberikan bantuan setelah menerima informasi melalui komunikasi radio dari helikopter Bell 412 Penerbad.

Proses evakuasi

Berdasarkan data sementara, terdapat delapan personel di dalam helikopter tersebut. Mereka yakni Mayor Cpn Dudi, Kapten Cpn Febri, Lettu Cpn Hafiz, Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Pratu Gilang, Serda Sardi, dan Serka Kadiya.

Empat dari delapan personel yang berada di dalam helikopter berhasil dievakuasi pada Rabu siang.

Empat kru pertama dievakuasi menggunakan helikopter milik Kementerian Kehutanan dengan kode registrasi PK-DAP. Mereka kemudian dipindahkan menggunakan helikopter Bell 412 Penerbad menuju Bandara Kuala Pembuang sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

[Gambas:Video CNN]

Dalam proses penyelamatan awal, empat kru berhasil diangkat dari perairan menggunakan bucket yang dibawa helikopter PK-DAP. Setelah itu, helikopter tersebut kembali ke pangkalan karena persediaan bahan bakar mulai menipis. Informasi penyelamatan kemudian diteruskan kepada tim darat di Kuala Pembuang.

Sementara itu, empat kru lainnya masih dalam proses evakuasi berdasarkan laporan yang disampaikan sebelumnya. Upaya penyelamatan dilakukan melalui jalur udara dan laut dengan melibatkan tim gabungan serta dukungan helikopter Kamov.

"Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan personel yang berada di dalam helikopter," tegasnya.

Terbatasnya jaringan komunikasi di sekitar lokasi kejadian menjadi salah satu kendala dalam penyampaian perkembangan informasi. Tim gabungan saat ini masih berupaya melakukan penyelamatan terhadap seluruh personel.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK