Pria yang tinggal di Masera, 80 kilometer sebelah timur laut dari Turin, Italia, itu dinilai berjasa atas siapapun yang memenangi kejuaran balap mobil tingkat dunia yang diadakan di negara gurun besok.
Chiesa, sempat melatih Hamilton dan Rosberg kala kedua atlet formula 1 itu mengawali karir sebagai atlet karting muda di tim MBM, Mercedes-Benz McLaren, pada 2000- 2001.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chiesa bahkan memiliki panggilan khusus duo Mercedes itu, yaitu The Prince untuk Rosberg; yang berkulit putih, kaya dan berasal dari Monacao, serta The Sheik untuk Hamilton; yang berkulit lebih gelap.
"Kami membangun tim khusus untuk mereka berdua. Pihak Hamilton diwakili oleh Ron Dennis, yang sempat bertanggung jawab atas karir Hamilton di McLaren, dan Keke Rosberg, ayah Rosberg, yang membangun karir anaknya," ujar Chisea.
Lihat juga:Lebih Unggul 17 Poin, Hamilton Tak Jumawa |
"Anggota tim karting kami sangat kecil, sehingga mengenal satu sama lain seperti keluarga. Rosberg dan Hamilton kerap tidur bersama," kata Chisea.
Chisea yang membina anak-anak muda itu memiliki banyak kenangan yang tidak terlupakan, "Suatu malam saya ditelepon oleh pihak hotel karena mereka berdua membuang semua bantal, guling hingga kasur ke luar hotel," ujar Chisea.
Lihat juga:Bos Mercedes Tetap Dukung Sang Pecundang |
Keke juga dikenang Chisea sebagai pribadi yang jarang menghabiskan uang, sangat Skotlandia menurut Chisea.
Suatu hari saat berada di Kanada, Keke mengemudikan mobilnya melewati sungai karena tidak mau membayar US$2 untuk melewati jembatan di atas sungai. Hamilton pun gantian menertawai Rosberg.
Lihat juga:Ayah Hamilton Sarankan Anaknya Runner-Up |
"Hamilton lebih dewasa, Rosberg harus belajar darinya. Saya percaya mereka masih berteman. Saya ingat saat mereka berada dalam satu podium di Grand Prix Australia pada tahun 2008. Hamilton menelepon saya dan bilang rasanya seperti awal mereka berdua melakukan karting," kata Chisea.
Banyak yang memperkirakan kalau Hamilton yang akan memenangi balapan di Abu Dhabi, karena telah memimpin 17 poin.
Lihat juga:Lewis Hamilton Sudah Siapkan Pensiun |
"Poin Rosberg memang lebih banyak karena ia lebih akurat, namun Hamilton lebih cepat karena ia lebih agresif," katanya.
Bernie Ecclestone, CEO Formula 1 sebelumnya berpendapat bahwa gaya hidup Hamilton, yang dianggap superstar olahraga, lebih cocok untuk memenangi pertandingan, dibandingkan Rosberg yang bergaya hidup jauh lebih sederhana.
Menanggapi pernyataan tersebut, Chiesa mengatakan, "Rosberg memang lebih sederhana karena ia telah berkeluarga, sedangkan Hamilton seakan sedang menikmati masa kejayaanya."
Saat ini, Chisea telah berpisah selama 30 tahun dari Prince dan Sheik-nya. Ia mengaku akan terus menunggu salah satu dari mereka untuk berkomunikasi dengannya kembali.
"Saya mencoba menghubungi nomer Hamilton, tapi sepertinya ia selalu berganti nomer," kata Chisea.