"Masih butuh proses untuk mendalaminya," kata Imam saat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melengkapi berkas laporan harta kekayaannya, Rabu (18/11).
Imam mengatakan, untuk memberantas mafia sepak bola, kementerian yang dipimpinnya perlu berkoordinasi dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Meski demikian dia tidak bisa memastikan kapan persisnya koordinasi itu dijajaki. "Semoga dalam waktu dekat," ujarnya.
Lihat juga:Akhir Drama Lima Gol Bunuh Diri |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden itu menjadi buah bibir jagat persepakbolaan dunia karena kedua tim bermain tanpa menjunjung sportivitas. Laga yang bergulir di babak delapan besar divisi utama itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan PSS dengan kelima gol tercipta lewat aksi bunuh diri.
Belakangan diketahui, kedua tim memilih untuk kalah karena ingin menghindari bertemu Pusamania Borneo FC di babak selanjutnya. Imbas dari hasil tersebut, PSS dan PSIS didiskualifikasi dari divisi utama oleh Komisi Disiplin PSSI.
Lihat juga:PSS-PSIS Didiskualifikasi, Divisi Utama Beku |