PEMILIHAN PRESIDEN FIFA
Platini Tolak Blatter Jadi Presiden FIFA Lagi
CNN Indonesia
Selasa, 09 Des 2014 22:05 WIB
Paris, CNN Indonesia -- Presiden Federasi Asosiasi Sepak Bola Uni Eropa (UEFA), Michel Platini, mengharapkan adanya calon lain dalam bursa calon presiden FIFA yang akan diselenggarakan pada 2015.
Ia juga menolak keberadaan Sepp Blatter dan Jerome Champagne sebagai bakal calon, meskipun dahulu dirinya sempat mendukung Blatter sebagai presiden.
"Saya mendukung Blatter saat 1998 karena saya pikir saat itu dia orang yang tepat. Namun, setelah lima periode, sudah saatnya ada angin segar dan ada kesempatan untuk orang lain," ujar Platini kepada radio Perancis Europe 1.
Lebih lanjut, Plattini berkata bahwa ia menarik dukungan untuk Blatter karena citra FIFA saat ini sangat buruk.
"Karena itulah saya pikir baiknya Blatter berhenti."
Dirinya pun juga mengaku tidak akan memilih dari dua calon yang sudah ada, karena tidak ada yang sesuai dengan kriterianya.
"Saya harap yang lainnya akan muncul," ujar Platini.
Ia mengharapkan kehadiran calon dari benua lain agar dapat memecah suara Blatter. Namun, ia menganggap kandidat yang berasal dari Eropa akan memiliki sedikit peluang untuk menang.
Blatter dan Champagne menjadi dua dari tiga nama yang secara terbuka mengumumkan diri sebagai calon presiden FIFA. Champagne, mantan direktur hubungan internasional FIFA, mengumumkan pencalonannya pada pertengahan September lalu.
"Saya senang bisa mendiskusikan masa depan FIFA. Akhirnya saat ini ada beberapa kandidat untuk jabatan ini," ucap Champagne kala mengirimkan surat pencalonannya. Ia juga berkata bahwa ia ingin para kandidat melakukan debat publik yang disiarkan langsung ke seluruh dunia.
Satu orang lainnya yang berniat mencalonkan diri adalah mantan kepala komite teknik FIFA, Harold Mayne-Nicholls, yang mengumumkan pencalonannya pada awal Oktober lalu.
Ia juga menolak keberadaan Sepp Blatter dan Jerome Champagne sebagai bakal calon, meskipun dahulu dirinya sempat mendukung Blatter sebagai presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itulah saya pikir baiknya Blatter berhenti."
"Saya harap yang lainnya akan muncul," ujar Platini.
Ia mengharapkan kehadiran calon dari benua lain agar dapat memecah suara Blatter. Namun, ia menganggap kandidat yang berasal dari Eropa akan memiliki sedikit peluang untuk menang.
Blatter dan Champagne menjadi dua dari tiga nama yang secara terbuka mengumumkan diri sebagai calon presiden FIFA. Champagne, mantan direktur hubungan internasional FIFA, mengumumkan pencalonannya pada pertengahan September lalu.
"Saya senang bisa mendiskusikan masa depan FIFA. Akhirnya saat ini ada beberapa kandidat untuk jabatan ini," ucap Champagne kala mengirimkan surat pencalonannya. Ia juga berkata bahwa ia ingin para kandidat melakukan debat publik yang disiarkan langsung ke seluruh dunia.
Satu orang lainnya yang berniat mencalonkan diri adalah mantan kepala komite teknik FIFA, Harold Mayne-Nicholls, yang mengumumkan pencalonannya pada awal Oktober lalu.