"Saya menjadi calon presiden FIFA karena saya yakin sekarang adalah waktu yang tepat untuk beralih dari kontroversi administratif dan kembali ke olahraga," ujar Ali seperti dilansir Reuters.
Ali merupakan wakil presiden FIFA untuk wilayah Asia sejak Januari 2011. Pangeran 39 tahun itu juga menjabat sebagai anggota komite eksekutif FIFA dan anggota komite eksekutif AFC.
Prestasi terkenal Ali sejak menjadi wakil presiden FIFA adalah, memaksa otoritas sepak bola dunia itu untuk mencabut larangan penggunaan jilbab di sepak bola wanita pada 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan keputusan yang mudah. Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan dan diskusi yang panjang dengan rekan-rekan saya di FIFA," ucap Ali.
Dengan majunya Ali, maka sudah ada tiga kandidat pada pemilihan presiden FIFA. Selain Blatter, juga ada nama Jerome Champagne yang sudah menyatakan siap maju dalam pencalonan sejak September 2013.
Champagne merupakan mantan wakil sekjen FIFA (2002-2005) dan direktur hubungan internasional FIFA (2007-2010). (har/har)