Namun, panggilan itu tak bersambut baik lantaran West Ham menyebutkan Sakho mengalami cedera punggung dan tidak bisa bergabung dengan tim nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam kasus ini, Sakho dan West Ham jelas menunjukkan sikap mereka yang minim hormat," tutur Asosiasi Sepak Bola Senegal dalam rilis resmi.
"FIFA telah menerima laporan perihal kemungkinan pelanggaran yang telah dilakukan oleh West Ham dan Sakho," tulis FIFA dalam rilis resmi. "Belum ada informasi lanjutan selain itu."
West Ham sendiri bersikap tenang menghadapi laporan ini. Menurut salah satu pemilik West Ham, David Sullivan, klubnya tidak melakukan pelanggaran dan hal-hal yang bertentangan dengan peraturan FIFA pada kasus ini.
"Kami hanya melakukan hal-hal sebagaimana yang disarankan oleh tim medis," tutur Sullivan seperti dikutip dari Reuters.
Sebelum bermain pada laga melawan Bristol sebagai pemain pengganti, Sakho telah absen di empat pertandingan yang dimainkan West Ham. Terakhir kali Sakho bermain adalah pada saat West Bromwich Albion pada 1 Januari lalu. Sementara itu, Piala Afrika sendiri berlangsung sejak 17 Januari.
Sebagai imbas dari penyelidikan atas laporan ini, West Ham tak bisa memainkan Sakho seperti saat mereka kalah 0-2 dari Liverpool akhir pekan lalu.
"Jelas menyedihkan bahwa kami tidak bisa memainkan dia sampai kasus ini diputuskan dengan jelas," tutur pelatih West Ham Sam Allardyce seperti dikutip dari Reuters.
"Ketika kamu berbicara dengannya, maka kamu akan mengerti betapa marah dan kecewanya dirinya lantaran tidak bisa bermain sepak bola dan itu bukan lantaran kesalahan kami." (vws)