"Akte pendirian yang belum menyerahkan ada satu klub, SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) ada 13 klub yang belum, NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) ada 10 klub yang belum, dan susunan pemegang saham juga masih ada satu klub yang belum menyerahkan," ujar salah satu anggota tim sembilan, Gatot S. Dewa Broto melalui sambungan telepon kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak PT Liga sendiri mengaku akan mematuhi rekomendasi BOPI tersebut, dan tidak menutup kemungkinan penundaan kick-off LSI jika rekmoendasi dari BOPI tidak kunjung keluar.
Pihak Kemenpora sendiri berharap tidak keluarnya rekomendasi BOPI ini dapat mencegah masalah di kompetisi tanah air tersebut di masa yang akan datang.
Apalagi banyak permasalahan yang rutin terjadi di kompetisi lokal, seperti kasus tunggakan gaji pemain, hingga klub yang mengalami kesulitan keuangan saat musim kompetisi masih berjalan.
"Yang penting adalah persyaratah terpenuhi dulu agar kompetisi dapat berjalan," ujar Gatot menambahkan.
"Kali ini kami tidak main kompromi seperti dulu."
Menurut Gatot, keputusan akhir akan diserahkan ke PT Liga sebagai penyelenggara. Pihaknya hanya ingin peserta LSI memenuhi semua persyaratan verifikasi.
"Jika nantinya ada klub yang dicoret PT Liga agar LSI bisa berjalan, ya itu wewenang mereka," ujar Gatot menutup pembicaraan. (vri)