Pemkot Florence telah mengeluarkan edaran bahwa sejak Kamis (26/2) tengah malam seluruh bar dan supermarket di kota tujuan wisata di Italia tersebut dilarang menjual alkohol selama 24 jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut The Independent, salah satu faktor yang menyebabkan pemkot Florence mengambil tindakan ini adalah karena suporter Feyenoord yang membuat kerusuhan di kota Roma ketika kedua klub bertemu di Liga Eropa.
"Suporter kami tidak berbuat aneh. Ketika kami main di Liga Eropa di Siprus, Serbia, Yunani, dan Turkey, kami tak pernah membuat masalah. Besok adalah hari ketika suporter kami menikmat pertandingan."
Pochettino berkata bahwa ia memahami bahwa pemerintah kota Florence harus berhati-hati. Namun ia kembali menegaskan bahwa, "prilaku suporter kami dalam tiga laga terakhir sangat fantastis."
Setelah sempat mencadangkan Harry Kane dan Erik Lamela di leg pertama, Pochettino membawa skuat kuat ke Italia. Dari para pemain intinya, ia hanya meninggalkan Brad Friedel, Etienne Capoue, Younes Kaboul, dan Emmanuel Adebayor.
Pochettino sendiri harus memutar otaknya untuk mengatur kekuatan karena selang 72 jam dari laga melawan Fiorentina, ia harus menghadapi Chelsea di laga final Piala Liga. Sebagaimana diberitakan Evening Standard, setelah bertanding, Spurs tetap tinggal di Italia pada Jumat (27/2) untuk berlatih.
Bagi Pochettino cara tersebut adalah cara paling pas untuk menjaga kebugaran anak asuhnya. (vws)