Seperti dikutip Reuters, Bouchard yang genap berusia 21 tahun pada 25 Februari itu memiliki target memenangkan piala grand slam pertama bagi dirinya.
"Saya (peringkat) tujuh sekarang, jadi tinggal beberapa langkah lagi untuk kesana. Saya juga ingin lebih konsisten tahun ini," kata perempuan asal Montreal, Kanada itu setelah menaklukkan petenis Amerika, Coco Vandeweghe 6-3 6-2 pada babak ketiga turnamen BNP Paribas Terbuka, Senin (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, Bouchard berhasil melangkah hingga semifinal Australia Terbuka dan Perancis Terbuka, serta menembus final Wimbledon.
Bouchard adalah petenis Kanada pertama yang berada di final Grand Slam. Tak heran banyak yang mengharapkan dara yang memiliki saudari kembar itu bisa mencapai puncak tertinggi WTA.
"Saya jelas sekali merasakan perubahan dari tahun lalu, lebih banyak perhatian, tekanan, dan ekspetasi," katanya.
Tahun lalu dalam Final Wimbledon, Bouchard dikalahkan petenis asal Republik Ceko, Petra Kvitova 3-6 0-6.
Pada pertandigan babak ketiga Indian Wells, Bouchard berhasil mengalahkan Vandeweghe dengan keras. Bouchard pun menunjukkan kepada petenis yang berusia dua tahun di atasnya itu tentang kehebatan forehand-nya.
"Saya merasa sangat solid hari ini, dan menurut saya (pukulan) itu penting melawan seorang pemain yang bisa saja memiliki senjata besar lain," kata Bouchard usai pertandingan.
Menurut Bouchard, Vandeweghe memiliki servis dan forehand yang hebat juga. Atas dasar itu, ia mencoba menetralisasi kemampuan lawan dan memanfaatkan kesempatan untuk membalikkannya.
Di babak keempat, Bouchard akan menghadapi petenis asal Ukraina, Lesia Tsurenko. Petenis berusia 25 tahun itu melangkah ke babak keempat setelah mengalahkan petenis asal Perancis, Alize Cornet 7-5 1-6 6-2, Senin (16/3). (kid/kid)