Pihak Barcelona menambahkan, lantaran hanya salah penghitungan nominal pajak yang harus dibayarkan, maka persidangan cukup digelar di pengadilan biasa di Barcelona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barcelona, Bartomeu, dan Rossel dituding telah melakukan penipuan pajak dalam kurun waktu 2011-2014 karena menyembunyikan harga pembelian pemain lini serang asal Brasil, Neymar. Kedua petinggi El Blaugrana itu pun terancam hukuman penjara seperti yang diajukan dalam tuntutan jaksa.
"Saya pastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam proses ini telah melakukan pekerjaannya sesuai hukum yang berlaku di Brasil dan Spanyol, juga statuta FIFA," kata sang ayah seperti dikutip dari Marca.
Menurut berita yang diturunkan The Australian, jaksa menuntut Bartomeu dengan hukuman dua tahun penjara. Sementara Rosell mendapat tuntutan lebih tinggi, yaitu tujuh tahun kurungan penjara.
Tak hanya ancaman kurungan penjara, jaks juga menuntut Barcelona sebagai klub dengan hukuman denda. Setidaknya lebih dari 22 juta euro atau sekitar 24 juta dolar Amerika Serikat. (vri)