Panitia QNB League Abaikan Pendekatan Polri

Vriana Indriasari, CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2015 14:37 WIB
Panitia QNB League Abaikan Pendekatan Polri Wakapolri Badrodin Haiti mengaku bahwa pihak Kepolisian sudah melakukan pendekatan kepada panitia agar laga "terlarang" tidak digelar, namun tak diindahkan. (Antara/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah laga tanpa izin Arema vs Persija sukses digelar malam tadi, hari ini pertandingan Persebaya vs Mitra Kukar rencananya juga akan tetap dilaksanakan.

Pihak kepolisian yang menegaskan tidak mengeluarkan izin keramaian mengaku sudah melakukan pendekatan dan komunikasi dengan panitia terkait rekomendasi yang di keluarkan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). "Tapi panitia mengaku penonton yang pasti hadir jumlahnya akan banyak," ujar Wakapolri Badrodin Haiti saat dihubungi CNN Indonesia, Minggu (5/4).

Alhasil, kepolisian akan tetap memberikan pengamanan terhadap laga "terlarang" itu. Menurut Badrodin, pengamanan itu sangat penting karena menyangkut banyak orang. "Sedangkan izin keramaian itu kan sifatnya administratif. Hanya untuk legalitas terhadap sebuah acara."


Terkait sanksi atas gelaran laga "terlarang", Badrodin mengembalikan semua itu kepada pihak BOPI dan kemenpora. "Coba mereka mau kasih sanksi apa? Kami sendiri belum tahu," katanya menambahkan.

Meski klub yang dilarang tersangkut kasus pidana seperti belum membayar pajak, Badrodin minta hal itu dipisahkan kasusnya. Calon tunggal Kapolri ini justru meminta hal itu dilaporkan sebagai kasus pidana.

Pengamanan yang dilakukan polisi, diakui Badrodin sebagai antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Namun ia memastikan, panitia akan menjadi pihak yang paling bertanggung jawab jika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan tersebut.

Sebelumnya, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memberikan rekomendasi bergulirnya Liga Super Indonesia (ISL) yang berganti nama QNB League 2015. Total hanya ada 16 klub yang dianggap BOPI berhak mengikuti kompetisi.

Dari 18 tim yang menjalani verifikasi BOPI, dua di antaranya gagal lolos karena faktor legalitas. Kedua klub tersebut adalah Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.

Arema dan Persebaya masuk Kategori C dalam verifikasi BOPI setelah terkendala dengan masalah legalitas, yaitu dualisme kepemilikan, dan dalam kasus Persebaya ditambah dengan kasus SIUP yang tidak sesuai peruntukan.

Lima klub, Mitra Kukar, Persela Lamongan, Pelita Bandung Raya, Gresik United, dan Perseru Serui dipastikan bisa tampil di QNB League 2015 dan masuk Kategori B. Namun, kelimanya lolos dengan catatan. (vri)