Arema vs Persija Digelar, Kemenpora: PT Liga Itu Tricky
Vriana Indriasari | CNN Indonesia
Sabtu, 04 Apr 2015 19:32 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S. Dewa Broto memastikan akan adanya sanksi jika pertandingan tetap digelar.
"Peraturan itu untuk dipatuhi, bukan sekadar rekomendasi. maka akan ada sanksi," kata Gatot kepada CNN Indonesia melalui sambungan telepon, Sabtu (4/4).
Sejak dikeluarkannya rekomendasi oleh BOPI, Gatot mengaku pihak kemenpora sudah mensosialisasikan adanya sanksi jika peraturan yang dikeluarkan tidak dipatuhi. "Tapi PT Liga itu tricky. Bilangnya mau patuh, pas hari H mereka pasti langgar."
Gatot memastikan pada Senin (6/4), pihaknya akan membahas sanksi yang akan dijatuhkan terkait penyelenggaraan pertandingan antara Arema melawan Persija malam ini.
Tak mengeluarkan izin pertandingan, Polri klaim lakukan pelayanan masyarakat terkait pengamanan pertandingan Liga Super Indonesia (ISL) 2015 antara Arema melawan Persija di Stadion kanjuruhan, Malang, Sabtu (4/4) malam.
Adanya pihak kepolisian yang berjaga di Stadion Kanjuruhan, diklaim hanya sebagai bentuk tanggung jawabnya memberi pelayanan terhadap masyarakat, lantaran banyaknya pendukung kedua tim yang hadir.
"Jangan nanti jika ada sesuatu dibilang negara tidak ada. Polri kan perwakilan negara," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia, Brigjen Polisi Drs. Agus Rianto saat dihubungi CNN Indonesia, Sabtu (4/4).
Baca juga: Tanpa Izin Polisi, Arema vs Persija Akan Tetap Digelar
Menurut Agus, sebenarnya sangat mungkin pihak kepolisian membatalkan pertandingan tersebut yang memang tanpa izin. Namun itu tidak dilakukan pihak polri. "Kan pihak Persija sudah datang, jadi tidak mungkin kami batalkan."
Agus menyatakan, keputusan sebenarnya berada di tangan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), PT Liga selaku penyelenggara, dan klub. Agus melanjutkan, seharusnya ketiga pihak itu memahami peraturan yang harus dipatuhi dan tidak melulu polisi yang harus menegaskan.
Sebelumnya, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memberikan rekomendasi bergulirnya Liga Super Indonesia (ISL) 2015 mulai 4 April mendatang. Total hanya ada 16 klub yang dianggap BOPI berhak mengikuti kompetisi.
Baca juga: FIFPro Kecewa Keputusan FIFA soal Liga Indonesia
Dari 18 tim yang menjalani verifikasi BOPI, dua di antaranya gagal lolos karena faktor legalitas. Kedua klub tersebut adalah Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.
Arema dan Persebaya masuk Kategori C dalam verifikasi BOPI setelah terkendala dengan masalah legalitas, yaitu dualisme kepemilikan, dan dalam kasus Persebaya ditambah dengan kasus SIUP yang tidak sesuai peruntukan.
Lima klub, Mitra Kukar, Persela Lamongan, Pelita Bandung Raya, Gresik United, dan Perseru Serui dipastikan bisa tampil di ISL 2015 dan masuk Kategori B. Namun, kelimanya lolos dengan catatan.
Namun, ofisial Arema Cronus menyatakan kick-off Liga Super Indonesia (ISL) 2015 antara klub kota Malang melawan Persija Jakarta siap pada 4 April 2015, di Stadion Kanjuruhan. (vri)
"Peraturan itu untuk dipatuhi, bukan sekadar rekomendasi. maka akan ada sanksi," kata Gatot kepada CNN Indonesia melalui sambungan telepon, Sabtu (4/4).
Tapi PT Liga itu tricky. Bilangnya mau patuh, pas hari H mereka pasti langgar.Gatot S. Dewa Broto |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak mengeluarkan izin pertandingan, Polri klaim lakukan pelayanan masyarakat terkait pengamanan pertandingan Liga Super Indonesia (ISL) 2015 antara Arema melawan Persija di Stadion kanjuruhan, Malang, Sabtu (4/4) malam.
"Jangan nanti jika ada sesuatu dibilang negara tidak ada. Polri kan perwakilan negara," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia, Brigjen Polisi Drs. Agus Rianto saat dihubungi CNN Indonesia, Sabtu (4/4).
Baca juga: Tanpa Izin Polisi, Arema vs Persija Akan Tetap Digelar
Menurut Agus, sebenarnya sangat mungkin pihak kepolisian membatalkan pertandingan tersebut yang memang tanpa izin. Namun itu tidak dilakukan pihak polri. "Kan pihak Persija sudah datang, jadi tidak mungkin kami batalkan."
Agus menyatakan, keputusan sebenarnya berada di tangan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), PT Liga selaku penyelenggara, dan klub. Agus melanjutkan, seharusnya ketiga pihak itu memahami peraturan yang harus dipatuhi dan tidak melulu polisi yang harus menegaskan.
Sebelumnya, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memberikan rekomendasi bergulirnya Liga Super Indonesia (ISL) 2015 mulai 4 April mendatang. Total hanya ada 16 klub yang dianggap BOPI berhak mengikuti kompetisi.
Baca juga: FIFPro Kecewa Keputusan FIFA soal Liga Indonesia
Dari 18 tim yang menjalani verifikasi BOPI, dua di antaranya gagal lolos karena faktor legalitas. Kedua klub tersebut adalah Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.
Arema dan Persebaya masuk Kategori C dalam verifikasi BOPI setelah terkendala dengan masalah legalitas, yaitu dualisme kepemilikan, dan dalam kasus Persebaya ditambah dengan kasus SIUP yang tidak sesuai peruntukan.
Lima klub, Mitra Kukar, Persela Lamongan, Pelita Bandung Raya, Gresik United, dan Perseru Serui dipastikan bisa tampil di ISL 2015 dan masuk Kategori B. Namun, kelimanya lolos dengan catatan.
Namun, ofisial Arema Cronus menyatakan kick-off Liga Super Indonesia (ISL) 2015 antara klub kota Malang melawan Persija Jakarta siap pada 4 April 2015, di Stadion Kanjuruhan. (vri)