Partizan Belgrade, Sang Penambang Berlian dari Eropa Timur

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2015 09:35 WIB
Partizan Belgrade, Sang Penambang Berlian dari Eropa Timur Stevan Jovetic adalah salah satu didikan dari akademi Partizan Belgrade. (Reuters/Andrew Yates).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama klub Ajax Amsterdam, FC Porto, Benfica, Sporting Lisbon, atau Feyenoord memang terkenal sebagai produsen talenta-talenta muda di Eropa. Namun, ada satu klub yang sering kali terlupakan ketika membicarakan klub sepak bola dengan akademi terbaik, yaitu Partizan Belgrade.

Menurut CIES Football Obeservatory, hanya akademi Ajax lah yang mampu mengalahkan akademi Belgrade dalam hal memproduksi pemain-pemain profesional yang kini tersebar di liga-liga Eropa.

Klub Belanda tersebut memiliki 69 alumni di seluruh benua, sementara Partizan, yang namanya kurang dikenal, memiliki 66 pemain. Mereka memproduksi pemain berbakat jauh lebih banyak ketimbang Barcelona dan Sporting Lisbon -- dua klub yang digadang-gadang memiliki standar akademi paling baik di benua biru.


Capaian Partizan bahkan tak bisa didekati sama sekali oleh klub-klub Ingris, dengan Belgrade memproduksi pemain muda berbakat dua kali lebih banyak ketimbang Manchester United.

Alumni-alumni Belgrade pun bukan pemain semenjana. Mereka menghasilkan pesepak bola seperti Stevan Jovetic, Matija Nastasic, Stefan Savic, Adem Ljajic, dan Lazar Markovic. Nama-nama tersebut adalah yang sudah lazim dikenal orang. Ada juga pemain Borussia Dortmund seperti Milos Jojic dan juga pemain Anderlecht, Aleksandar Mitrovic.

Salah satu alasan mengapa akademi Belgrade menjadi sebaik itu adalah karena dua hal, yaitu 10 orang pengajar yang memiliki spesialisasi di berbagai bidang. Dan yang kedua adalah pusat pelatihan ultra-modern yang terletak di Zemun, daerah pinggiran kota Belgrade.

Dibangun ketika konflik Balkan berada pada puncaknya, dan dengan perekonomian negara yang hampir hancur, pusat latihan ini didirikan dan didanai oleh Zarko Zecevic yang kala itu menjadi sekertaris umum klub. Ia memiliki acara lotere yang disiarkan langsung di televisi dan seluruh uang yang terkumpul dari acara tersebut digunakan untuk membangun akademi.

Di pusat latihan tersebut, terdapat tujuh lapangan rumput, dua lapangan yang bisa digunakan di segala cuaca, pusat medis dengan teknologi paling canggih, sauna, dan juga restoran untuk pemain dan staf.

"Ketika kami bertandang di laga turnamen iternasional, kami sadar bahwa hal ini tidak mungkin dicapai tanpa fasilitas yang baik," kata Dusan Trbojevic, kepala pemantau bakat di klub tersebut, sebagaimana dikutip dari The Times.

Akademi Belgrade juga memiliki tim sendiri, Teleoptik, yang bermain di divisi bawah Serbia. Jika para pemain di Teleoptik bisa menunjukkan permainan yang mengesankan, maka mereka pun memiliki kesempatan untuk dipanggil di tim inti.

Di seluruh Eropa, Teleoptik terkenal karena memiliki pemain yang baik, sehingga tak jarang klub-klub besar pun langsung merekrut pemain dari klub ini. Contohnya adalah saat Fiorentina yang mengambil Matija Natastic, bahkan sebelum sang pemain mencicipi berlaga di liga Serbia.

Bukan hanya klub-klub Eropa yang mendapatkan manfaat para pemain akademi, namun juga Partizan Belgrade sendiri. Saat ini Partizan sedang berada di jalur yang tepat untuk merengkuh gelar juara liga Serbia dengan mengandaalkan tiga remaja sensasional, Andrija Xivkovic, Nikola Ninkovic, dan Ivan Saponjic.

Mereka pun masih memiliki Danilo Pantic, pemain berusia 18 tahun yang dikatakan sebagai bakat paling unggul dan kini sedang diincar Chelsea dan Juventus.

Dengan keberhasilan tersebut, maka jangan heran jika suatu saat nama Partizan akan disejajarkan dengan FC Porto dalam hal mendapatkan pundi-pundi uang dari produksi dan pembinaan pemain muda.

(vws)


BACA JUGA