Parma sejatinya menghadapi pekan-pekan sulit dimana mereka harus menghadapi Inter Milan, Udinese, dan Juventus secara beruntun. Namun ajaib, di tengah kondisi mereka yang terpuruk mereka bisa meraih hasil maksimal.
Terakhir, mereka sukses mengalahkan Juventus dengan skor 1-0 lewat Jose Mauri. Terlepas dari fakta bahwa Juventus banyak menyimpan pemain intinya, namun hal tersebut jelas tak bisa menepikan kehebatan Parma begitu saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu betapa berharganya partai melawan tim besar macam Juventus bagi para suporter kami karena itu kami bermain sekuat tenaga untuk bisa memberikan mereka kebahagiaan hari ini," katanya menambahkan.
"Saya menonton kisah-kisah dongeng bersama putri saya dan ketika menyaksikan bagaimana kami bertanding hari ini, saya merasa bahwa dongeng pun bisa menjadi sebuah kenyataan," ucap mantan gelandang AC Milan era 90-an ini.
Lebih lanjut, Donadoni memastikan bahwa timnya tetap bertekad memberikan yang terbaik di sisa musim ini.
"Kami ingin mengakhiri musim ini dengan baik dan penuh kebanggaan sekaligus menggalang kekuatan untuk menghadapi masa depan yang lebih baik. "
Kebahagiaan Jose Mauri
Situasi terjepit yang dialami Parma memang sepertinya malah menimbulkan kebersamaan yang sangat erat diantara para komponen di dalamnya. Hal itu terbukti dari kegembiraan Jose Mauri saat merayakan gol bersama rekan-rekannya.
"Hari ini saya memiliki momen yang indah di depan para pendukung Parma. Jelas ini adalah hari paling bahagia dalam hidup saya," ujar Mauri.
"Saya tidak benar-benar sadar setelah mencetak gol sampai akhirnya Massimo Gobbi mencengkram leher saya dengan gembira."
Meski masih jadi juru kunci, Parma sendiri belumlah 100 persen pasti terkena degradasi.
"Secara matematis, kami masih bisa selamat dari zona degradasi. Memang menyedihkan kami sempat terkena pengurangan tiga poin namun kami pasti berjuang hingga musim ini selesai," kata Mauri berjanji. (ptr/ptr)