Angga/Ricky memulai pertandingan di babak final ini dengan sangat baik. Mereka langsung tampil agresif dan sukses memberikan tekanan pada Zhang Nan/Fu Haifeng yang terlihat masih belum menemukan ritme permainan mereka.
Hanya dalam sekejap, Angga/Ricky unggul 11-4 saat interval. Mereka pun terus unggul dan menang 21-15 di game pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gagal di kesempatan pertama, Zhang Nan/Fu Haifeng pun memaksakan terjadinya rubber game dengan kemenangan 21-11 di game kedua.
Kemenangan Angga/Ricky di Singapura Super Series ini juga merupakan gelar perdana mereka sejak dipasangkan. Duet ini memang diproyeksikan pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi sebagai ganda andalan di samping Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan gelar ini bisa jadi jawaban atas kapasitas mereka.
Meski Angga/Ricky menang, secara umum prestasi Indonesia di ajang super series/super series premier musim ini belum menggembirakan.
Dari empat turnamen yang telah berlangsung alias total sudah ada 20 gelar yang diperebutkan, Indonesia hanya mampu meraih dua gelar juara. (ptr/ptr)