"Kami menekankan, apapun yang terjadi, sepak bola Indonesia harus diselamatkan," ucap Rita kepada media setelah pertemuan. PSSI dan Kemenpora harus berdialog soal masalah yang ada, terlebih masalah ini hanya pada pelaksanaan liga," katanya menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam surat keputusan sanksi, Menpora juga menyatakan bahwa pemerintah akan membentuk Tim Transisi yang akan mengambil alih hak dan kewenangan PSSI sampai dengan terbentuknya kepengurusan baru.
Untuk menyelesaikan masalah ini, La Nyalla yang dipilih Kongres Luar Biasa PSSI sebagai Ketua Umum berusaha melakukan komunikasi dengan Kemenpora, KONI, dan KOI pada Senin ini. Seusai dari KOI, La Nyalla pun akan mendatangi Komisi X DPR RI. (Baca Juga: Datang ke Kemenpora, La Nyalla: Menpora Offside)
Rita sendiri menegaskan bahwa konflik ini tidak boleh dibiarkan semakin besar. "Saya pernah merasakan betapa sulitnya menyatukan dua liga dan dua pihak yang berseteru," ujar Rita.
"Apa yang terjadi saat ini bisa berdampak pada keikutsertaan Indonesia di ajang SEA Games dan Asian Games nantinya."
Tidak hanya itu, Rita juga menekankan bahwa kedua belah pihak sama-sama harus mengoreksi diri sendiri dalam memandang kasus pembekuan PSSI.
"PSSI harus introspeksi diri dan melihat hal yang sebenarnya diinginkan Pemerintah. Di sisi lain, kita juga harus menyadari bahwa di luar undang-undang keolahragaan, ada pula aturan dari federasi internasional yang harus ditaati," kata Rita yang juga merupakan anggota International Olympic Committee ini. (Baca Juga: KONI Tak Mampu Supervisi Liga)
"Menaati bukan berarti kita takut pada FIFA. Tidak seperti itu," ucapnya melanjutkan.
Rita pun berjanji untuk secepatnya mendorong terjadinya mediasi antara Kemenpora dengan PSSI. "Hari ini Pak Menpora sedang ada di luar kota. Begitu kembali, kami pasti akan segera meminta untuk menyelenggarakan mediasi dengan PSSI," tutur Rita berjanji.
(ptr)