Derby Berdarah di Kota Beograd

Reuters/Marko Djurica, CNN Indonesia | Senin, 27/04/2015 10:22 WIB

Beograd, CNN Indonesia -- Tiga puluh lima polisi terluka dan 41 orang ditangkap ketika suporter Red Star bentrok dengan tim tetangga, Partizan, di kota Beograd.

Laga antartim di kota Beograd, Red Star dan Partizan, selalu diwarnai dengan tensi tinggi dan juga kerusuhan suporter. Tak terkecuali derby yang berlangsung Sabtu (25/4) lalu.
Laga tersebut sempat ditunda 45 menit dari jadwal kickoff semula karena suporter menyalakan suar dan melemparkan benda-benda ke arah polisi.
Asap suar pun memenuhi lapangan dan membuat pemain tak bisa melihat sehingga pertandingan sempat terhenti beberapa menit di pertengahan babak kedua.
Suhu pertandingan mulai memanas dengan kedua kelompok suporter yang saling ejek, saling serang, dan saling lempar. Polisi pun kemudian bersiaga untuk mengamankan pertandingan.
Dari foto di atas, terlihat beberapa polisi yang sedang dikelilingi nyala suar yang dilemparkan oleh kedua kelompok suporter ke tengah lapangan.
Sementara itu, di atas tribun, para suporter Red Star juga mulai bentrok dengan petugas keamanan. Mereka didesak untuk memisahkan diri dari kelompok suporter Partizan.
Tapi tak semua suporter bisa dipisahkan. Dari foto di atas terlihat seorang pendukung Red Star dan Partizan saling serang secara langsung.
Tensi laga juga diperparah dengan posisi kedua tim yang berdekatan di klasemen sementara. Partizan memimpin laga dengan keunggulan lima angka dengan kompetisi yang tinggal menyisakan enam pertandingan.
Seorang suporter yang telah terluka kepalanya berusaha untuk menyelamatkan diri. Namun langkahnya terhenti oleh pagar dengan duri-duri di bagian atas pagar.
Seorang suporter yang terluka sedang diperiksa polisi. Karena kerusuhan di laga tersebut 35 polisi terluka dan 41 orang suporter ditangkap.


BACA JUGA