"Dan kami tidak sudi menyatukan diri dengan kesebelasan mana pun, entah itu kesebelasan top Eropa sana, apalagi Persikubar. Kami tidak tertarik dengan iming-iming apa pun untuk menonton Persikubar yang diberi seragam “Persebaya” oleh PSSI."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sempat beredar kabar di media massa lokal bahwa ada semacam penyerah pinjaman akta," kata Andie saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Kepada CNN Indonesia, Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia, Saleh Mukadar membantah telah terjadi proses mediasi tersebut dengan mengatakan bahwa belum ada proses mediasi antara kedua entitas. Saleh juga mengatakan proses gugatan akan terus berlangsung. (Baca Juga: Saleh Bantah Persebaya sedang Rekonsiliasi)
Dalam lima butir poin pernyataan sikapnya, bonek menyatakan dengan tegas akan menolak proses rekonsiliasi, "apa pun tawaran dan iming-imingnya."
Selain itu, bonek pun mengingatkan agar tidak ada pihak mana pun yang membuka pintu negosiasi atas nama rekonsiliasi.
"Memperingatkan siapa pun untuk jangan pernah mencoba berperan sebagai makelar gelap yang memperdagangkan rekonsiliasi, baik kepada pengurus Persebaya (1927) maupun Arek Bonek 1927," kata Andi.
Andi pun menegaskan bahwa penolakan ini bukan karena bonek ingin bermain di liga Indonesia.
"Kami ada di belakang Persebaya (1927) di mana pun kelak akan bermain. Kami siap memulainya dari bawah, merayap dan merangkak bersama-sama dari divisi bawah." (vws)