Namun menurut manajer Chelsea, Jose Mourinho, hukuman tersebut belumlah cukup. Merasa timnya selalu menuruti aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA, Mourinho menegaskan Man City seharusnya mengalami pengurangan poin di ajang Liga Primer Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, manajer asal Portugal tersebut juga merasa aturan FFP justru hanya menguntungkan klub-klub raksasa, yang memiliki basis suporter yang besar.
Liga Inggris Masih Tetap Kompetitif
Meski tidak menyertakan satupun wakil di Liga Champions, bagi Mourinho hal tersebut bukanlah indikasi Liga Inggris tak lagi kompetitif di Eropa.
"Inggris akan selalu menjadi liga yang paling spektakuler," ujar Mourinho menambahkan. "Memang benar tidak ada Real Madrid, Barcelona, atau Munich. Tetapi sebagai sebuah liga, Inggris tetap menjadi yang paling spektakuler."
Mou menilai produk yang dihasilkan Liga Inggris sangat menjanjikan. Misalnya banyak orang menyaksikan pertandingan antara Sunderland dan Newcastle.
Menurut Mourinho, kegagalan tim-tim Inggris bersaing di Eropa lebih disebabkan faktor ketatnya jadwal kompetisi mereka. Terlebih di periode Natal, yang tetap penuh dengan pertandingan.
Mantan manajer Madrid tersebut melanjutkan, banyak klub Inggris yang sudah mulai kehabisan gas setelah Natal dan mulai menurun pada periode Januari-Februari. (vri/vri)