Dalam khasanah tinju, Mayweather sendiri bisa dikategorikan sebagai boxer ketimbang fighter. Ia bukan seorang yang ganas, bukan senang menghabisi lawannya hingga tak bersisa, namun ia lebih cepat, lebih pintar, dan lebih pandai menghitung tinggi dan jangkauan lawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekilas, tak ada celah bagi PacMan untuk mengalahkan Mayweather. Apalagi sang petinju Filipina juga sudah tidak berada puncak penampilan. Ia bukan lagi mesin petarung yang membuat de La Hoya pensiun dan membuat Ricky Hatton tak bersisa. (Baca Juga: Pacquiao Pemilik Tangan Kiri Mematikan)
Karenanya, Roach telah menyiapkan fisik Pacquiao sebaik mungkin untuk menyerang dengan cepat, terutama di ronde-ronde awal.
Tipe fighter agresif seperti Pacquiao pun terbukti pernah menyulitkan Mayweather. Misalnya saja yang pernah terjadi ketika Mayweather bertemu dengan Zab Judah atau Shane Mosley. Apalagi Pacquiao adalah fighter terbaik yang akan ditemui Mayweather.
Hal lain yang akan menguntungkan Pacquiao adalah kondisi mentalnya. Dalam sesi jumpa media, PacMan sendiri terlihat sangat santai dan bahkan membuat Mayweather tertawa.
Sementara itu, satu hal lain yang akan menambah nilai positif bagi Pacquiao adalah hakim Las Vegas punya rekam jejak memihak petinju yang sering melontarkan pukulan, meski tidak mendarat di tubuh lawan.
Seperti dilansir The Guardian, misalnya saja ketika Pacquiao bertarung dengan Timothy Bradley untuk pertama kali. Pacquiao mampu mencatatkan 253 pukulan tepat sasaran dari total 751 (34 persen), namun Bradley yang membuat 839 pukulan membuat juri terkesan meski hanya 159 -nya yang mendarat sempurna.
Hal-hal di atas memang tidak menjamin kemenangan untuk Pacquiao, namun setidaknya mengalahkan Mayweather terlihat bukan suatu kemustahilan.
(vws)