"Kami sudah susah payah ranking satu di season (reguler). Kan sayang tampil seperti ini di play off. Saya tahu memang masih banyak pemain muda seperti Avan (Seputra), Vamiga (Michel), atau Gunawan. Tapi mereka mesti siap. Itu yang saya selalu bilang," tutur Erick kepada CNN Indonesia.
Meski demikian, Erick mensyukuri keberhasilan SM memastikan satu tempat di partai final setelah mengalahkan stadium dengan skor 48-45.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih SM Cokorda Raka Satya Wibawa juga mengamini perkataan Erick.
Berkebalikan dengan pihak SM, pelatih Stadium, Andre Yuwadi, menganggap pertandingan tersebut merupakan pertandingan yang luar biasa. "Selamat buat Satria Muda. Anak-anak (Stadium) bermain dengan luar biasa, saya bangga dengan anak-anak."
"Kendalanya kami kecolongan di terakhir-terakhir. Vamiga yang mendapatkan momentum mampu memasukkan tiga angka."
"Ya, kami kalah, tapi kita tetap berjuang. Kami selalu teriak fight, kami selalu teriak stay together. Mau menang atau kalah kami tetap kerja keras," katanya.
Mengenai lawan SM di final, Erick tidak ingin condong untuk memilih CLS Knights ataupun Pelita Jaya. "Siapapun di final pasti lawan berat. Semuanya tidak bisa diduga, kami tidak akan pernah tahu," ucapnya.
(vws)