Gerrard Derita Kekalahan 1-3 di Laga Anfield Terakhir

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Minggu, 17/05/2015 01:27 WIB
Gerrard Derita Kekalahan 1-3 di Laga Anfield Terakhir Steven Gerrard berain di laga terakhirnya di stadion Anfield melawan Crystal Palace. (Reuters/Carl Recine)
Liverpool, CNN Indonesia -- Dengan posisi ketinggalan 1-2 di menit ke-76, Steven Gerrard dengan percaya diri mengambil tendangan bebas di luar kotak penalti lawan. Di sekelilingnya, ribuan pendukung Liverpool menyanyikan namanya, berharap sang kapten bisa mengulangi yang biasa ia lakukan selama 17 musim bermain bersama Liverpool: menyelamatkan mereka dari kekalahan.

Namun tak ada akhir bahagia untuk Gerrard ketika tendangan bebasnya melayang di atas gawang Crystal Palace. Bermain untuk terakhir kalinya di hadapan publik Anfield, Gerrard pun menenelan kekalahan 1-3 dari anak-anak asuhan Alan Pardew.  

Pertandingan sendiri sempat berjalan lambat dengan tak banyak peluang yang tercipta di 25 menit pertama.


Serangan-serangan Liverpool yang dipimpin oleh Raheem Sterling dan Phillippe Coutinho sering kali dipatahkan ketika bola telah memasuki area pertahanan lawan. Demikian pula dengan Crystal Palace yang sering menyerang lewat sayap kanan yang dihuni Jason Puncheon, jarang mendapatkan peluang bersih di depan gawang.

Namun, The Reds bisa unggul terlebih dahulu pada menit ke-26 lewat aksi Adam Lallana yang memanfaatkan kesalahan umpan mantan bek Liverpool, Martin Kelly. Merebut bola di sepertiga lapangan akhir, Lallana yang tidak terkawal mampu dengan mudah mengoyak gawang Palace.

Keunggulan ini hanya berlangsung enam menit setelah Puncheon gantian membobol gawang Liverpool. Melalui tendangan bebas di dekat kotak penalti, ia mengirimkan bola melengkung indah ke gawang Simon Mignolet.

Memasuki babak kedua, Crystal Palace bermain agresif dan tak mau mengendurkan serangan. Beberapa kali kombinasi Puncheon dan Yannick Bolasie dari sayap kanan mampu menembus area yang dikawal Alberto Moreno.

Menambah intensitas serangan, Palace kemudian berbalik unggul. Terbantu aksi Bolasie yang berlari menggiring bola di sayap kanan dan mengirimkan umpan matang mendatar, pemain yang baru masuk ke lapangan, Wilfried Zaha, dengan mudah mencetak gol pada menit ke-60.  

Untuk merespons hal ini, Brendan Rodgers, manajer Liverpool, membiarkan Gerrard beroperasi di area lawan dan tidak menahannya lagi sebagai gelandang bertahan. Rodgers kemudian memasukkan Lucas Leiva untuk menggantikan peran Gerrard melindungi lini pertahanan.

Perubahan ini membuat Gerrard sempat beberapa kali masuk menusuk ke kotak penalti untuk menyambut umpan. Ia juga sempat mendapatkan peluang di luar kotak meski kemudian malah melambungkan bola ke atas gawang.

Namun Liverpool yang terus mencari gol penyama kedudukan harus menerima gawangnya dijebol untuk yang ketiga kali.

Zaha yang berlari di sayap kiri pada satu skema serangan balik dijatuhkan Leiva di kotak terlarang. Tak ayal wasit pun meniupkan peluit dan menunjuk titik putih.

Bola eksekusi Glenn Murray sebenarnya mampu diblok Mignolet, namun Murray dengan cepat menyambar bola rebound dan menjadikan kedudukan menjadi 1-3 pada menit ke-90.

Diiringi suara ribuan suporter yang menyanyikan nama Gerrard, sang kapten pun berusaha untuk mendapatkan satu gol penghibur di beberapa menit tersisa. Namun, tendangan pojok yang menutup aksi pertandingan ini tak bisa menghasilkan apa-apa untuk Si Merah.

Liverpool 1-3 Crystal Palace. (vws)