Cari Tiket Final FA Sampai ke Ratu Elizabeth
Martinus Adinata | CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2015 11:38 WIB
London, CNN Indonesia -- Ada-ada saja yang dilakoni seorang pendukung Arsenal demi mendapatkan tiket final Piala FA antara tim kesayangannya dan Aston Villa pada 30 Mei nanti.
Sang pendukung yang bernama Charlie Pearce itu memberanikan diri mengirim surat kepada pemimpin kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth.
Dalam suratnya Pearce meminta sang Ratu untuk membantu dirinya mendapatkan tiket pertandingan final yang akan berlangsung di Stadion Wembley, London tersebut.
Sayang, permohonan Pearce itu ditolak sang Ratu lewat sebuah surat balasan dari pihak kerajaan Inggris.
"Permintaan Anda untuk mendapatkan tiket bagi Anda dan teman Anda, Leo Murphy, telah dipertimbangkan," tulis surat balasan resmi dari pihak Istana. "Namun sayangnya itu bukanlah urusan yang dapat dibantu oleh Ratu."
[Gambas:Twitter]
Mungkin jika Pearce mengirimkan suratnya kepada Perdana Menteri Inggris, David Cameron, ia akan mendapatkan peruntungan yang lebih baik? Apalagi mengingat Cameron merupakan suporter Aston Villa.
"Pertandingan (sepak bola) pertama yang pernah saya datangi adalah pertandingan Aston Villa, dan sejak itu saya merupakan suporter Villa," ujar Cameron kepada GMTV pada 2008 silam. (kid/kid)
Dalam suratnya Pearce meminta sang Ratu untuk membantu dirinya mendapatkan tiket pertandingan final yang akan berlangsung di Stadion Wembley, London tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permintaan Anda untuk mendapatkan tiket bagi Anda dan teman Anda, Leo Murphy, telah dipertimbangkan," tulis surat balasan resmi dari pihak Istana. "Namun sayangnya itu bukanlah urusan yang dapat dibantu oleh Ratu."
Mungkin jika Pearce mengirimkan suratnya kepada Perdana Menteri Inggris, David Cameron, ia akan mendapatkan peruntungan yang lebih baik? Apalagi mengingat Cameron merupakan suporter Aston Villa.
"Pertandingan (sepak bola) pertama yang pernah saya datangi adalah pertandingan Aston Villa, dan sejak itu saya merupakan suporter Villa," ujar Cameron kepada GMTV pada 2008 silam. (kid/kid)