"Drawing yang ada pada kami di Indonesia Terbuka ini boleh dibilang tidak bisa dianggap remeh. Kami sudah harus mendapat perlawanan sengit pada babak pertama nanti," ujar Tontowi kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat di Australia, mereka sangat sulit untuk dimatikan. Padahal, kami sudah coba banyak cara saat berjumpa di semifinal."
"Namun kami tentunya tak ingin hal itu terulang lagi kali ini. Kami harus siap dan membalas kekalahan sebelumnya," ujar Tontowi bertekad.
Tontowi/Liliyana sudah memenangi banyak turnamen super series namun mereka belum pernah bisa sekalipun berjaya di Indonesia Terbuka. Capaian terbaik Tontowi/Liliyana di turnamen ini adalah runner up yang didapat mereka pada 2011 dan 2012 lalu.
"Pastinya kami ingin bisa jadi juara di sini. Namun seperti yang saya katakan di awal, drawing dan jalan yang kami hadapi tidak bisa dibiang mudah."
"Kami harus berpikir setahap demi setahap. Seperti saat ini kami hanya fokus pada lawan di babak pertama terlebih dulu," tutur Tontowi.
Tontowi/Liliyana sendiri baru saja menjalani jadwal yang berat yaitu terus bermain dalam satu bulan terakhir, mulai dari Kejuaraan Asia, Piala Sudirman, Australia Terbuka, dan kini Indonesia Terbuka dengan hanya ada jeda dua minggu di antaranya.
"Secara fisik dan fokus kami tidak ada masalah. Kami justru saat ini bersemangat untuk tampil di Indonesia Terbuka." (ptr)