Greysia/Nitya lolos ke babak perempat final usai menyingkirkan Puttita Suparajikul/Sapsiree Taerattanachai dari Thailand dengan skor 22-20, 21-17.
Greysia/Nitya mendapat perlawanan ketat di awal babak pertama. Serangan-serangan ganda Thailand itu mampu membuat Greysia/Nitya melakukan sejumlah kesalahan. Mereka pun sempat tertinggal 7-9.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di game pertama, banyak momen dimana kami terlalu terburu-buru saat melakukan serangan," ujar Nitya.
"Masuk game kedua, kami sudah lebih menguasai keadaan dan tahu apa yang harus kami lakukan," tukas Greysia menimpali rekannya.
Dengan lolosnya Greysia/Nitya ke perempat final, maka juara Asian Games 2014 ini bakal jadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di ganda putri.
Jalan Greysia/Nitya untuk bisa jadi juara pun terbilang tidak mudah. Pasalnya mereka bakal bertemu pemenang duel antara Jang Ye Na/Jung Kyung Eun lawan Luo Ying/Luo Yu.
"Siapapun lawan yang kami hadapi nantinya, pastinya kami harus siap di lapangan dan terus fokus setiap saat. Sedikit saja fokus hilang, maka kami akan kehilangan poin," tutur Greysia.
Tak Bersahabat
Satu ganda putri lainnya yang tampil di babak kedua, Keshya Nurvita/Devi Tika harus mengakui kehebatan unggulan ketiga Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl dengan skor 14-21, 9-21.
Dalam 10 tahun terakhir, Indonesia Terbuka boleh dibilang merupakan turnamen yang tidak bersahabat bagi para ganda putri Indonesia. Satu-satunya pemain yang mampu jadi juara di nomor ganda putri dalam kurun satu dasawarsa terakhir adalah Vita Marissa/Liliyana Natsir. Vita/Liliyana merebut gelar tersebut pada tahun 2008. (kid/kid)