Delegasi Indonesia mengirimkan 61 orang perwakilan yang terdiri dari 42 atlet, 13 pelatih, 4 additional staff, 1 Head of Delegation (HoD), dan 1 asisten HoD. Kontingen atlet didominasi oleh putra dan berasal dari 13 provinsi di Indonesia tersebut akan berpartisipasi dalam tujuh cabang olahraga, yakni atletik, badminton, basket, sepak bola kelimaan, bocce, renang, dan tenis meja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan yang mengunjungi asrama atlet difabel mengatakan bahwa para atlet dilindungi negara.
"Jika tidak, akan melanggar Hak Asasi Manusia. Ke depannya, kami (DPR-MPR) akan pastikn mereka terlindungi UU dan mendapatkan pendidikan, fasilitas, yang sama dengan yang normal."
"Ini untuk jangka panjangnya. Untuk jangka pendek, kami akan bantu carikan sponsor sebelum tanggal 21 Juni. Tidak boleh abai, mereka adalah anak Indonesia dan harus diberi kesempatan," tegas Zulkifli yang sempat bertanding tenis meja melawan Rocky, atlet tenis meja keluaran PORNas Divisi Utama dari Kalimantan Tengah.
Hal senada juga diucapkan perwakilan Komisi VIII DPR RI, Desy Ratnasari, sembari meminta agar perjuangan atlet difabel mendapatkan perhatian masyarakat.
"Kami (DPR RI) akan bantu mereka dari segi legislasi dan anggaran. Saya yakin masing-masing pemerintah daerah juga sudah memberikan bantuan fasilitas umum walau mungkin belum sempurna.
""Saya ingin media juga memiliki semangat kepada para atlet difabel dan tidak hanya fokus SEA Games dan PSSI.," tutur Desy kepada CNN Indonesia. (vws)