Aprilia mendapat lampu hijau untuk memperkuat Indonesia setelah protes pihak Filipina ditolak Komite Penyelanggara SEA Games 2015 (SINGSOC).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin ucapkan terima kasih kepada pendukung Filipina karena mereka sudah mengobarkan semangat dan meningkatkan performa saya," ujar Aprilia.
"Bukan masalah, karena Filipina tidak punya bukti. Kami sudah memberikan bukti ke komite penyelanggara. Kami mengikuti peraturan IOC dan FIVB, semuanya aman sejak 2012," ujar Hanny.
Sementara itu, sekjen asosiasi bola voli Filipina, Ricky Palou, mengatakan pihaknya menerima keputusan SINGSOC.
"Ada sejumlah pertanyaan mengenai gender Aprilia, jadi kami ingin memastikannya. Tapi, sepertinya pihak Indonesia sudah melakukan komunikasi dengan FIVB dan dia diizinkan bermain," ucap Palou.
"Kami bukan satu-satunya tim yang melakukan protes. Tapi, saya pikir keputusan ini membuat kami harus menerimanya." (har/har)