Hal itu dilontarkan pelatih berusia 44 tahun tersebut di sebuah acara amal di Barcelona, Spanyol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya membaca sebuah artikel oleh seorang pendidik dari Amerika, bahwa anak-anak tidak akan belajar jika mereka tidak merasakan empati dengan guru mereka. Saya berusaha menerapkan itu di pekerjaan saya."
Oleh karena itu Guardiola mengungkapkan dirinya pernah berbicara dari hati ke hati dengan seorang pemain hebat, yang kesulitan mencetak gol.
"Kami pergi ke cafe bersama-sama, bukan untuk membicarakan sepak bola melainkan tentang kehidupan," ujar Guardiola melanjutkan.
"Dalam pertandingan berikutnya dia mencetak dua dari empat gol yang diciptakan tim. Dia merasa spesial karena dia merasa dicintai."
Guardiola sendiri sangat dicintai di Barcelona lantaran telah sukses berprestasi baik sebagai pemain maupun pelatih.
Namun pada akhirnya Guardiola mengambil keputusan mengejutkan dengan hengkang dari Barcelona lantaran ia merasa jenuh dengan situasi yang sama, yang terus ia jumpai setiap harinya. (ptr/ptr)