Ananda juga menyampaikan, kendala yang menghambat prestasi balapan di Indonesia adalah dari segi keuangan. Untuk masuk F1, menurut Ananda, dana yang dibutuhkan bisa mencapai 450 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu bagaimana keluarga Rio habis-habisan untuk Rio. Perusahaan swasta bisa saja dukung 100% dana Rio masuk ke F1, tapi juga harus dijembatani pemerintah," tuturnya. "Karena di posisi sekarang ini dia sudah di peak-nya kan? Dalam arti ini sudah tahun ke-4 dia di GP2, semoga tahun depan dia sudah di formula satu."
Ananda mengapresiasi prestasi yang diraih oleh pebalap berusia 22 tahun tersebut.
"Keberhasilan bangsa dilihat dari olahraga. Kalau tidak bagus, tidak mungkin ada orang seperti Rio Haryanto. Jangan salah, di Indonesia ada Presli Martono yang juara dunia gokart, di motor ada Dimas Eki dan M. Fadli. Kalau balapan di Indonesia tidak bagus, mustahil ada Rio-Rio lainnya."
(vws)