Pebalap 25 tahun itu menjadi korban meninggal pertama di ajang F1 sejak tewasnya Ayrton Senna di San Marino pada 1 Mei 1994.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring dengan berjalannya waktu, ajang F1 memang memiliki tingkat keselamatan yang jauh lebih baik dibanding dua dekade lalu. Banyak pebalap terhindar dari cedera serius meski mengalami kecelakaan hebat.
"Tidak ada gunanya berpura-pura bahwa F1 aman, karena itu tidak aman," ucap Mosley.
Banyak kecelakaan aneh terjadi di ajang F1. Felipe Massa misalnya, yang mengalami cedera serius di bagian kepala setelah terkena bagian suspensi mobil pebalap lainnya di GP Hungaria pada 2009.
"Akan selalu ada bahaya, sesuatu akan berjalan tidak semestinya. Anda tidak pernah mendapatkan nol persen terbebas dari cedera, tapi kami bisa meminimalisir," ucap Mosley.
"Anda bisa selalu meningkatkan keselamatan. Anda selalu bisa mengantisipasi masalah seperti ini, daripada menunggu hingga akhirnya terjadi kecelakaan."
Bianchi mengalami kecelakaan hebat saat mobilnya menabrak truk derek yang sedang mengangkut mobil pebalap tim Sauber, Adrian Sutil, di tepi lintasan Sirkuit Suzuka pada GP Jepang. Ketika itu trek dalam kondisi basah setelah diguyur hujan.
FIA dalam laporan investigasi menyebutkan, Bianchi tidak mengurangi kecepatan meski bendera kuning telah dikibarkan sebelum pebalap asal Perancis itu mengalami kecelakaan. (har/har)