Galliani menuturkan bahwa perubahan sikap Balotelli tersebut terlihat dalam sesi latihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia yang pertama datang dan terakhir pulang. Saya bahkan berpikir untuk menyerahkan kunci Millanello padanya."
Selain itu, seperti dikabarkan media Italia Gazzetta dello Sport, Balotelli juga diminta untuk tidak merusak citra klub dan dirinya sendiri sehingga seluruh aktivitasnya di media sosial seperti Twitter, Facebook, atau Instagram akan diamati baik-baik oleh pihak klub.
Eks penggawa Inter Milan dan Manchester City itu juga dilarang mendatangi klub malam, dilarang merokok, dan tak boleh datang terlambat ke sesi latihan. Jumlah minuman beralkoholnya juga akan dibatasi.
Sepanjang kariernya, Balotelli memang sering kali melakukan aksi kontroversial seperti menyalakan kembang api di kamarnya sendiri, bolos latihan demi membeli iPhone jenis terbaru, atau tiba-tiba muncul di sesi jumpa wartaran Roberto Mancini bersama Inter Milan.
Menurut Galliani, bukan hanya syarat-syarat kelakukan itu yang akan membawa perubahan pada karier Balotelli, tapi juga keinginan dari dalam dirinya sendiri.
"Sekarang semuanya tergantung dirinya sendiri. Ia adalah pemain yang hebat, namun semua tergantung pikirannya. Ia tampak terlihat dewasa, dan sadar bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya," tutur Galliani.
(vws)