'Balotelli Datang Pertama dan Pulang Terakhir Saat Latihan'

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Senin, 31/08/2015 18:19 WIB
Mario Balotelli diklaim telah sadar bahwa berada di AC Milan adalah kesempatan terakhirnya untuk menyelamatkan karier profesional sebagai pesepak bola. Menurut Adriano Galliani, Mari Balotelli kini menjadi pemain paling rajin dalam sesi latihan bersama AC Milan. (Internet Free Rights/twitter @acmilan)
Milan, CNN Indonesia -- Pemimpin klub AC Milan, Adriano Galliani, yakin bahwa Mario Balotelli telah mengubah sikapnya sejak ia pergi dari Liverpool ke Milan dengan status sebagai pemain pinjaman.

Bersama The Reds, Balotelli mengalami musim yang buruk dan hanya mencetak satu gol dari 16 kali diturunkan di Liga Inggris. Penyerang tim nasional Italia tersebut kemudian kembali ke AC Milan, klub yang pernah ia bela pada musim 2013/2014 lalu --kala itu Balotelli mencetak 26 gol dalam 43 pertandingan.

Galliani menuturkan bahwa perubahan sikap Balotelli tersebut terlihat dalam sesi latihan.


"Balotelli datang tidak terlambat dan bahkan lebih lebih cepat dari pemain lainnya. Ia yang membuka gerbang Milanello (pusat pelatihan Milan)," kata Galliani seperti dikutip dari The Independent.

"Ia yang pertama datang dan terakhir pulang. Saya bahkan berpikir untuk menyerahkan kunci Millanello padanya."

Perubahan sikap adalah salah satu syarat yang diberikan Milan kepada Balotelli. Rossoneri melarangnya untuk memiliki gaya rambut aneh, atau berpakaian sekehendak hati.

Selain itu, seperti dikabarkan media Italia Gazzetta dello Sport, Balotelli juga diminta untuk tidak merusak citra klub dan dirinya sendiri sehingga seluruh aktivitasnya di media sosial seperti Twitter, Facebook, atau Instagram akan diamati baik-baik oleh pihak klub.

Eks penggawa Inter Milan dan Manchester City itu juga dilarang mendatangi klub malam, dilarang merokok, dan tak boleh datang terlambat ke sesi latihan. Jumlah minuman beralkoholnya juga akan dibatasi.

Sepanjang kariernya, Balotelli memang sering kali melakukan aksi kontroversial seperti menyalakan kembang api di kamarnya sendiri, bolos latihan demi membeli iPhone jenis terbaru, atau tiba-tiba muncul di sesi jumpa wartaran Roberto Mancini bersama Inter Milan.

Menurut Galliani, bukan hanya syarat-syarat kelakukan itu yang akan membawa perubahan pada karier Balotelli, tapi juga keinginan dari dalam dirinya sendiri.

"Sekarang semuanya tergantung dirinya sendiri. Ia adalah pemain yang hebat, namun semua tergantung pikirannya. Ia tampak terlihat dewasa, dan sadar bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya," tutur Galliani.

(vws)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK