Riuh Tifosi di Katredal Kecepatan Monza

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 07/09/2015 12:37 WIB

Monza, CNN Indonesia -- Bukan hanya terkenal sebagai sirkuit tercepat dalam F1, Monza juga identik dengan para tifosi Ferrari yang kefanatikannya tak kalah dengan suporter sepak bola.

Sebelum para pengemudi Jet Darat memacu kendaraan mereka di GP Italia pada Minggu (6/9), pilot akrobatik menyajikan suguhan menarik di langit kota Monza. (REUTERS/Giampiero Sposito)
Sementara itu Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, bertemu dengan bos Formula 1, Bernie Eccelstone, untuk membicarakan masa depan Sirkuit Monza. (REUTERS/Max Rossi)
Meski menyandang status sebagai salah satu sirkuit tertua yang digemari para pebalap karena memiliki penonton yang gila, Monza terancam kehilangan hak sebagai tuan rumah F1 karena tak bisa membayar kewajiban finansial. (Bryn Lennon/Getty Images)
Terlepas dari urusan kontrak, Lewis Hamilton yang memegang pole position langsung melaju tak terbendung sejak tikungan pertama. Ia kemudian menjadi juara dengan keunggulan 24 detik atas Sebastian Vettel di tempat kedua. (REUTERS/Max Rossi)
Kemenangan Hamilton sempat terancam karena tekanan ban kiri belakangnya tidak sesuai aturan. Pebalap Inggris itu lalu merayakan kemenangannya dengan memegang ban kiri tersebut. (Action Images/Livepic/Hoch Zwei)
Setelah melakukan penyelidikan tiga jam, otoritas balapan dunia (FIA) menyatakan kemenangan Hamilton sah karena Mercedes tidak melanggar aturan. (Reuters/Max Rossi)
Sementara Hamilton dan Mercedes mengurusi insiden ban, para penonton berhamburan keluar dari tribun untuk menuju tempat podium. (REUTERS/Giampiero Sposito)
Tifosi Ferrari yang dikenal fanatis seperti suporter sepak bola membentangkan bendera raksasa Si Kuda Jingkrak. (REUTERS/Giampiero Sposito)
Mereka menyambut gembira podium kedua yang diraih Sebastian Vettel. Melihat gairah penonton, Vettel mengatakan bahwa itu adalah podium kedua terbaik dalam kariernya. (Charles Coates/Getty Images)
Hamilton, Vettel, dan Felipe Massa yang menduduki podium 1-3 mengatakan bahwa mereka tak ingin kehilangan Monza dan para penontonnya yang gila. (Mark Thompson/Getty Images)