Kondisi ini berbeda dari ketika Mayweather bertemu dengan Manny Pacquiao pada Mei lalu. Kala itu, para pecinta tinju telah memesan tempat untuk menonton bahkan ketika agen resmi belum resmi membuka penjualan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertarungan terakhir Mayweather Jr. kerap dikritik karena petinju dengan bayaran termahal di dunia itu dianggap tidak memilih lawan sepadan.
CEO Mayweather Promotions, Leonard Ellerbe, coba meyakinkan para penggemar yang skeptis bahwa laga melawan Berto adalah pertarungan terakhir Mayweather Jr.
"Ini 100 persen laga terakhir Mayweather," kata Ellerbe seperti dikutip dari The Big Lead.
Jika menang melawan Berto, Mayweather Jr. sendiri akan menyamai rekor petinju legendaris di era 1950-an, Rocky Marciano. Sepanjang karier profesionalnya, Marciano tak pernah terkalahkan dalam 49 laga. Banyak yang menganggap Mayweather Jr. akan coba memecahkan rekor Marciano dengan mengadakan satu pertarungan lagi tahun depan. Tapi sang petinju menampik hal tersebut.
"Saya tidak akan memecahkan rekor 50-0 itu," katanya. "Jangan khawatir soal hal itu."
(vws)