Hamilton, Si Bengal yang Tiga Kali Menaklukkan Dunia

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Minggu, 29/11/2015 09:41 WIB
Hamilton, Si Bengal yang Tiga Kali Menaklukkan Dunia Lewis Hamilton mendapatkan gelar juara dunia ketiga kali pada musim 2015. (REUTERS/Adrees Latif)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dengan model rambut yang bergonta-ganti, dan juga kegemarannya untuk berpesta serta mencari keriuhan, Lewis Hamilton memang lebih terlihat sebagai pebalap berandalan. Tapi, di atas lintasan, Si Bengal asal Inggris ini menjadi seorang pebalap sejati yang sangat senang menyalip lawan bahkan sejak usia dini.

Laki-laki berusia 30 tahun yang lahir pada 7 Januari 1985 dengan nama lengkap Lewis Carl Davidson Hamilton ini pada Oktober menjadi juara dunia F1 musim 2015, usai memenangi GP Amerika Serikat. Dengan kemenangan tersebut, pebalap tim Mercedes itu menjadi pebalap Inggris pertama yang mampu mempertahankan gelar juara dunia.

Tiga gelar juara F1, yakni pada 2008, 2014, dan 2015 sudah ia genggam. Kini ia berharap bisa terus melaju sejauh mungkin, mempertahankan dan mempercantik prestasinya di dunia balap.


"Saya berutang banyak kepada ayah saya, serta kepada keluarga saya yang selama ini menopang saya dan juga berkorban banyak agar saya bisa ada di tempat ini. Dan juga pada energi positif dari para penggemar yang berpergian ke seluruh dunia," kata Hamilton usai jadi juara dunia (25/10).

Lewis Hamilton coba mencicipi jadi pegulat sebelum ajang GP Meksiko. (REUTERS/Henry Romero)
Berawal dari Mobil Mainan dan Gokart

Sang ayah, Anthony Hamilton, menjadi orang pertama yang menularkan minat olahraga balap kepada kepada Lewis.

Pertama kali Hamilton melakukan kontak dengan olahraga motor terjadi lewat sebuah mobil remote control. Di usia 5 tahun, Lewis Hamilton mulai belajar mengendarai sebuah mobil remote control yang dibelikan oleh ayahnya.

Di usia 6 tahun, Hamilton mendapat peringkat dua dalam sebuah kejuaraan balap nasional. "Dan saya memenangi kejuaraan klub melawan orang-orang dewasa," katanya saat mengingat masa kecilnya seperti yang dilansir dari F1 Fanatic.

Melihat hal itu, Anthony pun berandai-andai apakah kemampuan anaknya tersebut dapat diteruskan ke dalam olahraga balap yang sesungguhnya.

Setelah mobil remote control, Hamilton pun berkenalan dengan mobil gokart pada usia delapan tahun dan tak butuh lama bagi Hamilton untuk menggondol gelar juara. Di kejuaraan gokart Inggris kelas kadet pada 1995, Hamilton telah mencicipi jadi juara nasional.

Nyali di atas lintasan juga ditunjukkan Hamilton di luar arena.

Pada usia 10 tahun, Hamilton dengan percaya diri mendekati bos tim McLaren, Ron Dennis, untuk meminta sebuah tanda tangan. "Hai, saya Lewis Hamilton. Saya memenangi Kejuaraan Gokart Inggris dan suatu hari nanti saya ingin mengendarai mobil-mobil balap Anda," ucap Hamilton.

"Telepon saya sembilan tahun kemudian, kita akan lihat nanti," tulis Dennis dalam buku Hamilton usai menandatanganinya.

Dennis benar-benar menghubungi Hamilton pada 1998. Dennis menepati janjinya dan menjadikan Hamilton sebagai pebalap termuda F1 yang dikontrak untuk bergabung ke dalam program pengembangan McLaren.

Sejak saat itu, perlahan-lahan Hamilton menambah prestasinya di dunia balap. Ia menjadi juara karting European & WOrld Cup  pada 2000, juara Formula Renault Inggris pada 2003, juara Formula 3 Eropa pada 2005, dan juara GP2 pada 2006, sebelum memulai debutnya di F1 pada 2007.

Debut Mengejutkan di Formula 1

Pada Minggu 18 Maret di Albert Park, Melbourne, di hari pembukaan Grand Prix musim 2007, Hamilton yang kala itu berusia 22 tahun bersiap diri untuk debutnya di F1.

Dennis dibuat tercengang oleh Hamilton yang tampil menggila di tengah para pebalap berpengalaman seperti Kimi Raikkonen, Fernando Alonso, Nick Heidfeld, Felipe Massa, dan banyak lainnya. Secara mengejutkan, Hamilton yang memulai balapan dari posisi keempat, berhasil selesai di urutan ketiga setelah Raikkonen dan Alonso.

"Saya katakan kepadanya untuk bertahan di posisi saat dia start dan jangan lakukan sesuatu yang bodoh," ucap Dennis seperti yang dikutip dari The Guardian.

Bakat alamiah sebagai pebalap kelas dunia pun mulai terlihat dari diri Hamilton. Debut dan prestasinya telah kembali meningkatkan minat warga Inggris untuk menyaksikan olahraga balap darat roda empat tersebut sejak era Damion Hill pada 1990-an.

Musim 2015 ini tiga gelar juara dunia kini telah dikantongi Hamilton. Dengan mesin Mercedes yang belum bisa terkejar oleh pabrikan lain, tak tertutup kemungkinan Hamilton akan kembali menaklukkan dunia di beberapa tahun ke depan.

Menyamain tujuh gelar juara dunia Michael Schumacher memang akan sukar, tapi setidaknya ia akan mencobanya.

(vws)