Terpeleset, Penyesalan Terus Menggema di Pikiran Gerrard

Vriana Indriasari | CNN Indonesia
Senin, 14 Sep 2015 13:05 WIB
Air mata kesedihan itu memang telah mengering, tapi penyesalan atas insiden terpeleset di laga melawan Chelsea, terus menggema di pikiran Gerrard.
Air mata kesedihan itu memang telah mengering, tapi penyesalanatas insiden terpeleset di laga melawan Chelsea, terus menggema di pikiran Gerrard. (Reuters/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Steven Gerrard tak bisa berhenti menangis di sepanjang perjalanan pulang dari laga Liverpool lawan Chelsea yang berakhir dengan kekalahan Liverpool dua tahun lalu. Tak hanya terus menangis, insiden tersebut ternyata masih menyisakan sesak di dada sang mantan kapten tim itu.

Kekalahan 0-2 di tangan Chelsea itu memang berdampak besar pada kegagalan The Reds menjuarai Liga Primer Inggris dua musim lalu. Pada laga itu, Gerrard terpeleset dan 'mengizinkan' Demba Ba mencetak gol bagi Chelsea.

"Saya duduk di kursi belakang mobil dan merasakan air mata terus membasahi wajah saya," kata Gerrard seperti yang ia tuliskan di buku autobiografi 'Steven Gerrard: My Story'. "Saya tak bisa berhenti menangis. Saya juga tak sadar apakah lalu lintas saat itu padat atau kosong seperti yang saya rasakan dalam hati ini."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, 27 April 2014, satu kemenangan lagi bakal membuat Liverpool hampir pasti mengunci titel Liga Inggris dan menjadi juara untuk kali pertama sejak 1990. Satu langkah lagi menuju kemenangan itu terhenti akibat kesalahan fatal yang dibuat Gerrard.

Dalam keadaan yang terbilang bukan sedang di bawah tekanan, Gerrard berusaha mengamankan bola. Sayang, ia terpeleset, hingga bola pun bak tak bertuan yang lantas disambut penyerang Chelsea, Demba Ba. Gol pembuka kemenangan untuk Chelsea pun tercipta.

"Saya bangkit. Saya berlari sekuat tenaga mengejar Demba Ba. Saya sangat sadar akibat yang timbul jika gagal menghalaunya," ujar Gerrard. "Tapi semua sia-sia. Saya tak bisa menghentikannya. Semua mimpi pun berakhir."

Liverpool kalah 0-2, dan Manchester City yang berhasil menjuarai liga bergengsi tersebut. "Saya sangat ingin memenangkan liga bersama Liverpool, tapi semua tak terwujud. Saya tak mampu mengontrol emosi diri lagi."

Menurut Gerrard, kesedihan yang ia rasakan seperti kehilangan salah satu keluarga dekatnya. Hingga kini, meski air mata itu telah mengering, namun penyesalan diakuinya terus menggema di pikirannya. (vri)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER