Terlebih musim lalu pebalap 22 tahun itu mampu menunjukkan dominasi yang luar biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marquez tidak kali gagal finis dalam lima seri setelah Texas. Pebalap asal Spanyol itu mengalami kecelakaan di Argentina, Italia, dan Katalonia. Sementara di GP Spanyol dan Perancis, Marquez hanya finis di posisi kedua dan keempat.
Ganti Sasis
Setelah melalui start terburuk sepanjang kariernya di MotoGP, Marquez dan Honda memutuskan untuk melakukan perubahan. Pasalnya di saat yang bersamaan, duo Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, tampil melesat.
Langkah yang diambil adalah kembali ke sasis motor RC213V 2014. Hasilnya cukup impresif. The Baby Alien mampu meraih empat finis podium secara beruntun di Belanda, Jerman, Indianapolis, dan Republik Ceko. Di Jerman dan Indianpolis, Marquez juga meraih kemenangan.
Namun, ketika mendapat momen positif, sebuah hujan di Sirkuit Silverstone, Inggris, menghentikan tren positif Marquez. Ketika sedang menguntit Valentino Rossi, Marquez mengalami kecelakaan saat balapan menyisakan dua lap.
Marquez kemudian gagal finis untuk kali kelima musim ini setelah mengalami kecelakaan di MotoGP Aragon, akhir pekan lalu. Sebuah insiden yang membuat peluang Marquez untuk mengejar Rossi semakin menipis. Hasil di Aragon, Spanyol, membuat Marquez tertinggal 79 poin dari Rossi dengan musim menyisakan empat balapan.
Secara matematis, Marquez memang masih mampu menggeser Rossi dari puncak klasemen. Namun, peluangnya sangat kecil mengingat performa Rossi dan Lorenzo yang konsisten.
Lima kecelakaan dari 14 balapan membuat MotoGP 2015 menjadi musim terburuk Marquez sejak memulai debut di ajang balap motor Grand Prix pada 2008. Marquez juga tidak pernah meraih poin di bawah 200 dalam satu musim sejak 2009.
Kini, jelang MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, 11 Oktober mendatang, Marquez mengalami cedera retak tulang di tangan kiri saat melakukan latihan sepeda gunung, Rabu (30/9). Kecelakaan itu menandakan betapa kelamnya musim Marquez. (har/har)