"Tak ada alasan untuk percaya bahwa atletik merupakan satu-satunya olahraga Rusia yang terpengaruh (dengan skandal doping)," ujar pihak penyidik WADA dalam laporan mereka, seperti dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain atletik, Rusada juga menangani tes doping populer Rusia seperti ski, angkat beban, tinju, dayung, hoki es, hingga sepak bola.
Jika efek skandal doping ini menyebar ke cabang olahraga lain, hal tersebut diperkirakan akan semakin mencoreng muka Rusia yang akan segera menghelat turnamen sepak bola terbesar di dunia, Piala Dunia 2018.
Pihak Kremlin sendiri sejauh ini menganggap tuduhan skandal doping itu tak berdasar dan merasa tuduhan yang dilontarkan dunia internasional itu berbau muatan politik.
Rusia kini memiliki waktu hingga Jumat (13/11) untuk memberikan jawaban atas skandal tersebut. Jika tidak, seperti direkomendasikan WADA, keikutsertaan mereka dalam Olimpiade 2016 bisa saja terancam dicoret oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).
(vws)