Yusuf belajar seni bela diri Wushu sejak kelas 2 SMP, dengan berbekal ilmu bela diri pencak silat yang telah ia pelajari saat ia duduk di kelas 6 SD. Setelah tiga bulan menjalani latihan secara intensif empat jam sehari, akhirnya ia berhasil menjadi juara dunia.
"Kemenangan ini untuk Jawa Tengah dan Indonesia agar semua orang tahu indonesia ini bisa berprestasi di wushu. Semoga ini dapat memotivasi atlet-atlet yang lebih junior," ujar mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani dan Keolahragaan tersebut kepada para awak media di Jakarta, Rabu sore (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berada di tempat pertama adalah China yang mengumpulkan 13 emas, sementara Hongkong di tempat ketiga dengan lima emas, empat perak, dan dua perunggu.
"Saya tadi sempat ketinggalan poin, jadi saya harus memikirkan bagaimana caranya mengejar dengan semaksimal mungkin. Yang penting main lepas karena ini di negara sendiri, harus lebih percaya diri dan fokus pada lawan," kata Yusuf soal pertarungannya dengan To.
"Sangat tidak percaya saya bisa menang karena ini kejuaraan dunia, saya sangat tidak menyangka. Kunci utama dari kemenangan ini adalah latihan yang rutin dan jangan pernah menyianyiakan kesempatan, kata Yusuf.
Yusuf juga mengakui bahwa tendangannya kurang kuat dibandingkan lawannya yang memiliki postur badan sedikit lebih besar. Maka dari itu mendatang, ia pun akan melatih tendangannya agar lebih baik lagi.
"Saya tidak akan mengecewakan suporter," ucap Yusuf. (vws)