"Saya mengingat itu semua dengan baik. Pada 18 Februari kami mengalahkan Barcelona 3-2 di leg pertama perempat final Piala Raja," ujar Ranieri kepada La Gazzetta dello Sport.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga kemenangan beruntun dalam tempo 10 hari itu akan menjadi suntikan movitasi bagi Ranieri saat menghadapi MU akhir pekan ini. Terlebih Ranieri memiliki modal cukup berharga, yakni Leicester akan menjamu MU sebagai pemuncak klasemen Liga Primer.
"Ini merupakan tantangan besar. Manchester United merupakan raksasa di dunia sepak bola dan Van Gaal merupakan salah satu manajer terbaik saat ini," ujar Ranieri.
Leicester saat ini memuncaki klasemen Liga Primer dengan raihan 28 poin dari 13 pertandingan, unggul satu poin dari MU yang menempel ketat di peringkat kedua.
Namun, skuat Leicester sendiri boleh berkaca pada kemenangan yang mereka petik dari Setan Merah musim lalu. Ketika itu skuat Leicester yang masih dilatih Nigel Pearson berhasil menumbangkan MU 5-3 di Stadion King Power. (har/har)