Rosberg Temukan Rahasia Baru Kalahkan Hamilton

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Minggu, 29/11/2015 16:16 WIB
Rosberg Temukan Rahasia Baru Kalahkan Hamilton Nico Rosberg kini berupaya memaksimalka kecepatan saat melibas tikungan. (REUTERS/Stefano Rellandini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lupakan sejenak balap mobil Formula Satu (F1) telah keluar juara dunianya yakni Lewis Hamilton. Pasalnya hingga seri terakhir rivalitas antara Hamiltondan rekan satu timnya, Nico Rosberg, masih menjadi drama.

Lima pole position berturut-turut, dua kemenangan beruntung. Jika saja Rosberg mendapatkan top performanya sejak awal musim, status juara dunia mungkin berbeda.

Dua pertiga musim awal, Rosberg hanya bisa melihat superioritas rekan satu timnya, hingga Hamilton mengunci gelar juara dunia lebih dini.


"Nico telah melakukan tugas fantastisnya dalam kualifikasi. Saya telah berpikir bagaimana ini bisa berubah. Sejak (seri0 di Singapura, ada beberapa perubahan pada mobil kami yang terlihat pada hal yang sama. Jadi saya harus mencari tahu apa alasannya sehingga saya bisa kembali (mendahului Rosberg)," kata Hamilton.

Salah satu figur senior di tim Mercedes, seperti dikutip dari situs BBC, mengatakan salah satu perkembangan  Rosberg adalah fase pengereman jelang tikungan.

Hal itu diklaim membuat Rosberg menjadi lebih agresif untuk meningkatkan waktunya di sirkuit.

"Saya menamakan ini adalah rotasi bawah roda," kata mantan pebalap F1 Alexander Wurz.

Wurz yang pernah satu tim dengan Rosberg mengatakan," Jika anda membelok pada saat sama (mengerem), roda anda akan meluncur."

"Beberapa pebalap mempraktekkannya dan beberapa tidak menyukainya dan beberapa lain tak peduli karena mereka tahun roda akan berbalik kembali ketika mereka melepas tekanan rem. Ini menjadi gaya dari pebalap," katanya.

Dan, jika Rosberg telah mengetahui cara menandingi Hamilton, keuntungan Hamilton selama ini pun bisa teratasi. Namun, lanjut Wurz untuk mendapatkan hasil maksimal diperlukan pula sistem aerodinamika mobil.

Hubungan antara roda dan ban dalam hal ini dapat berefek pada keseimbangan roda depan ketika mengerem. Ada sebuah penjelasan tentang kemampuan mengerem Rosberg sehingga ia bisa meluncur dan melibas tikungan lebih percaya diri.

Direktur Eksekutif Mercedes Paddy Lowe menjawab alasannya," tekanan roda telah berdampak pada perubahan (di mobil) selama periode katika Rosberg lebih baik dibandingkan Hamilton." (kid)