Lima pole position berturut-turut, dua kemenangan beruntung. Jika saja Rosberg mendapatkan top performanya sejak awal musim, status juara dunia mungkin berbeda.
Dua pertiga musim awal, Rosberg hanya bisa melihat superioritas rekan satu timnya, hingga Hamilton mengunci gelar juara dunia lebih dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menamakan ini adalah rotasi bawah roda," kata mantan pebalap F1 Alexander Wurz.
Wurz yang pernah satu tim dengan Rosberg mengatakan," Jika anda membelok pada saat sama (mengerem), roda anda akan meluncur."
"Beberapa pebalap mempraktekkannya dan beberapa tidak menyukainya dan beberapa lain tak peduli karena mereka tahun roda akan berbalik kembali ketika mereka melepas tekanan rem. Ini menjadi gaya dari pebalap," katanya.
Dan, jika Rosberg telah mengetahui cara menandingi Hamilton, keuntungan Hamilton selama ini pun bisa teratasi. Namun, lanjut Wurz untuk mendapatkan hasil maksimal diperlukan pula sistem aerodinamika mobil.
Hubungan antara roda dan ban dalam hal ini dapat berefek pada keseimbangan roda depan ketika mengerem. Ada sebuah penjelasan tentang kemampuan mengerem Rosberg sehingga ia bisa meluncur dan melibas tikungan lebih percaya diri.
Direktur Eksekutif Mercedes Paddy Lowe menjawab alasannya," tekanan roda telah berdampak pada perubahan (di mobil) selama periode katika Rosberg lebih baik dibandingkan Hamilton." (kid)