Karena itulah, keputusannya menjual 13 persen saham Manchester City dengan harga US$400 juta kepada China Media Capital (CMC) dan CITIC Capital, menimbulkan pertanyaan mengenai alasan di balik langkah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana segar US$400 juta, atau sekitar £265 juta, akan membuat City memiliki dorongan finansial untuk menyegarkan skuat mereka.
Menurut pengamat dari kantor berita Inggris, BBC, Simon Stone, China telah sejak lama dianggap City sebagai pasar paling potensial untuk mendorong pertumbuhan aktivitas komersial mereka.
Saat ini, Real Madrid menjadi tim yang paling diminati oleh negara dengan jumlah penduduk lebih dari satu miliar orang tersebut. City akan coba merebut lahan tersebut melalui kerja sama antara Sheikh Mansour dan China Media Capital (CMC) serta CITIC Capital itu.
Stone menuturkan bahwa langkah-langkah itu juga akan didorong oleh CMC yang memegang hak siar dari berbagai entitas olahraga ternama di China, seperti Liga Super China, tim nasional China, dan juga Liga Universitas China.
Sementara itu, professor Chris Brady yang mengepalai departemen Bisnis Olahraga di Universitas Salford, memprediksikan langkah City selanjutnya, yaitu memiliki klub di China.
"Saat ini City telah memiliki klub di New York dan Melbourne, dan suatu hal yang masuk akal jika persinggahan mereka selanjutnya adalah di kota Shanghai atau Beijing," kata Brady seperti dinukil dari BBC Sport.
"Hal ini akan mendorong kesempatan untuk mengembangkan sistem akademi China berskala besar."