Peristiwa ini kemudian berujung pada keretakan hubungan Mourinho dengan para pemainnya di ruang ganti.
Pada pertandingan yang berlangsung Kamis (9/12) di Stadion Stamford Bridge itu, Chelsea mendapatkan kemenangan 2-0 dan meraih satu tiket ke babak 16 Besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, Mourinho berusaha keras untuk merahasiakan taktik dan susunan pemainnya -- menginstruksikan para pemainnya tidak boleh memberitahu anggota keluarga atau agen apakah mereka akan bermain atau tidak di pertandingan.
Kata-kata Mourinho ini yang kemudian memperburuk hubungan Mourinho dengan para pemainnya sendiri.
Hingga saat ini belum diketahui pemain yang membocorkan strategi itu, dan tidak ada indikasi sama sekali bahwa Cesc Fabregas menjadi pelakunya. Setelah kalah dari Leicester, Fabregas juga memberikan pembelaan terbuka bagi Mou.
Ini bukan yang pertama kalinya Mourinho mencurigai ada kebocoran pada ruang gantinya.
Pada musim terakhirnya di Real Madrid pada 2013 lalu, Mourinho juga mengatakan dirinya dikhianati setelah rincian taktiknya sempat muncul di media-media Spanyol.
(vws)