Kesalahan itu membuat Marquez mengalami kecelakaan hingga tiga kali di tujuh seri awal musim lalu. Juara dunia MotoGP 2013 dan 2014 itu mulai mampu mendapatkan ritme membalapnya setelah menggunakan sasis motor musim 2014 sejak GP Belanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya saya yang mengalami masalah, karena Dani (Pedrosa) juga merasakannya meski punya pengalaman sembilan tahun di MotoGP. Kami membuat kesalahan di waktu yang bersamaan," sambungnya.
"Ban situasinya sama untuk semua pebalap, tapi perangkat lunak adalah sebuah kemunduran dari apa yang kami miliki tahun lalu. Kami harus mengembangkan motor dan memilih mesin yang tepat, itulah juga jadi masalah kami musim lalu," ucap Marquez.
"Sebelum mendapatkan mesin yang tepat, kami harus punya perangkat elektronik dengan level yang bagus. Dengan begitu kami baru bisa mendapatkan pilihan mesin yang tepat, jika tidak Anda akan kebingungan."
Setelah mendominasi di musim 2013 dan 2014, Marquez hanya mampu menduduki peringkat tiga klasemen akhir MotoGP 2015. Pebalap 22 tahun asal Spanyol itu mengakhiri musim dengan torehan 242 poin, kalah hingga 88 poin dari Jorge Lorenzo yang menjadi juara dunia. (har)