Diperkirakan satu dari 50 petenis teratas yang akan tampil di Australia Terbuka seringkali mengatur hasil set pertamanya. Otoritas tenis juga diklaim memiliki bukti skandal tersebut, namun tak kunjung bertindak.
Klaim itu didasarkan pada data yang dibocorkan salah satu orang dalam kepada BuzzFeedNews dan BBC, beserta analisis aktivitas judi dari 26 ribu pertandingan selama tujuh tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuduhan itu langsung dibantah Presiden Asosiasi Tenis Profesional (ATP), Chris Kermode.
"Anggapan dunia tenis tak menyikapi dugaan itu sangatlah menggelikan. Kami sadar ada masalah itu, tetapi saya pikir itu semua hanya terjadi dalam lingkup yang kecil."
Kermode mengaku kecewa isu pengaturan skor itu terjadi hanya beberapa saat menjelang turnamen besar seperti Australia Terbuka dimulai. Namun, mantan petenis asal Inggris itu yakin Unit Integritas Tenis (TIU) dapat mengatasi dugaan pengaturan skor itu dengan baik.
"Sangat mengecewakan ketika muncul berita seperti itu menjelang dimulainya sebuah ajang besar," ujar Kermode seperti dilansir Reuters. "Tapi kami yakin TIU melakukan segala yang mereka mampu untuk mengatasi masalah ini."
Kermode juga mengklaim investigasi TIU pernah membuahkan sanksi kepada 18 pemain, yang enam di antaranya mendapatkan sanksi seumur hidup dilarang terlibat dalam dunia tenis. (vws)